Reportase Maria (6): Al-Aqsa Al Qadim

Pintu masuk menuju Masjid Al Aqsa Al Qadim. [Maria Karsia untuk aceHTrend]

Reportase Hj. Maria Karsia, MA

Merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan, di bawah masjid AlQibli terdapat Masjid Al Aqsa Al-Qadim. Sebagai ummat Islam, kita mempercayai bahwa di sinilah Nabi Muhammad belasan abad lampau menjadi imam salat bagi seluruh nabi sebelum naik ke langit untuk Mi’raj. Terasa mengharu biru mengingat hal itu. Jika mungkin, ingin betul- betul tahu di mana jejak kaki beliau melaksanakan salat di sini. Takjub dan membayangkan bagaimanakah sosok para nabi melaksanakan salat di sini dengan Nabi Muhammad yang menjadi imam. Memahami hal ini harus dengan keimanan, bukan dengan logika.

Al Aqsa Al Qadim bentuknya memanjang, ukuran lorongnya seperti terowongan dengan lebar 4 meter. Itupun masih ada anak tangga turun ke bawahnya untuk mencapai lantai mesjid. Masjid ini terdiri dari beberapa ruangan. Kami dibawa ke ruangan di sebelah kanan di ujung lorong dengan sedikit menuruni kurang lebih 6 anak tangga.

Pintu masuk menuju Masjid Al Aqsa Al Qadim. [Maria Karsia untuk aceHTrend]

Melihat struktur batu yang menjadi tembok masjid, tak hentinya saya dan jamaah lainnya berdecak kagum. Dinding batu itu seperti batu gunung kapur, sangat keras dan terlihat sangat kokoh. Ruang bawah ini juga merupakan penyangga membentuk fondasi yang sangat kuat untuk menopang Masjid Al Qibli yang ada tepat di atasnya. Jalan masuk menuju Al Aqsa Al Qadim agak persis di bawah teras masuk gerbang muka Al Qibli . Bisa dibayangkan, bagaimana sulitnya membangun masjid ini? Di zaman modern mungkin saja mudah dilakukan, tapi di belasan abad lalu, bagaimana hal ini dapat terjadi?

Di dalam masjid ini juga terdapat perpustakaan Islam yang memuat banyak referensi berisi sejarah Yerusalem dan referensi kitab-kitab Islam lainnya.

Pintu masuk Al Aqsa Al Qadim yang berwarna hijau. [Maria Karsia untuk aceHTrend]

Ada juga sebuah sumur minyak tua yang dulunya masih keluar api dan dapat menghangatkan masjid, namun tak jelas sejak kapan sumur itu tak lagi mengeluarkan minyak. Kita dapat menengok sumur yang tak terlalu dalam dari celah-celah penutupnya.

Bekas sumur minyak di dalam Mesjid Al Aqsa Al Qadim. [Maria Karsia untuk aceHtrend]

Berikutnya kami dibawa ke Kubah Sakhrah atau Dome of the Rock untuk mendengarkan sejarah dan riwayat masjid itu serta akan melaksanakan sholat Jumat bersama orang Palestina dan jamaah ummat muslim yang datang dari seluruh penjuru dunia.[]

Laporan ini ditulis oleh Maria Karsia, seorang traveller dan juga penulis buku.

KOMENTAR FACEBOOK