SKK Migas Siap Bantu Mengurai Persoalan Pengangguran di Aceh

Dari kiri Adi Yusfan (Humas BPMA), Avicenia (Ka SKK Migas Sumbagut), Aswar Ramli Paya (Disnakermobduk Aceh). @aceHTrend/Hasan Basri

ACEHTREND.COM – Pekanbaru – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Sumatera bagian Utara (Sumbagut) siap membantu mengurai persoalan pengangguran di Aceh. Adapun caranya dilakukan melalui program pemagangan calon tenaga kerja pada perusahaan-perusahaan migas yang beroperasi di Aceh.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Kepala SKK Migas Sumbagut, Avicenia Darwis, dengan para pejabat Pemerintah Aceh di Kantor SKK Migas di Pekanbaru, Riau, Senin (10/2/2020).

Menurut Avicenia, local people (penduduk setempat-red) harus menjadi perhatian perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah itu.

Avicenia menyambut positif tawaran Disnakermobduk Aceh untuk memberi kesempatan magang kerja kepada putra-putri Aceh di perusahaan-perusahaan migas yang ada di Aceh. Diharapkan peserta magang akan memperoleh keahlian dan menjadi bekal dalam mencari kerja di tempat baru nantinya.

Avicenia berharap agar seluruh rakyat Aceh memanjatkan doa agar eksplorasi migas yang sedang dilakukan oleh beberapa perusahaan asing di Aceh membuahkan hasil, dan dapat memulai produksi pada tahun 2022.

Kepala SKK Migas Sumbagut itu meminta agar daerah harus terus mempersiapkan SDM lokal untuk dapat bersaing dalam memperebutkan lowongan kerja di sektor migas yang bakal beroperasi itu.

“Untuk SDM lokal kita akan mengambilnya walau lulus dengan minimal requirement (persyaratan minimal, red),” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Aswar Ramli mewakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh memaparkan kondisi pengangguran di Aceh yang mencapai 6,2 persen dan tenaga kerja yang telah mendapatkan pelatihan berbagai kejuruan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) sebanyak 4.009 orang.

“Kami menginginkan terjalin kemitraan dengan SKK Migas, Pertamina, perusahaan-perusahaan migas, dan anak perusahaan untuk memberikan kesempatan magang kepada angkatan kerja Aceh, terutama yang telah dilatih oleh BLK,” kata Aswar.

Menurut Aswar, dari kegiatan magang dengan durasi 4-5 bulan calon tenaga akan terampil dan bertambah pengalaman. Setelah selesai magang kepada peserta diminta untuk diberikan sertifikat bahwa yang bersangkutan pernah bekerja atau magang di perusahaan itu.

“Selama ini setiap ada lowongan kerja selalu diminta pengalaman kerja. Makanya pengalaman kerja melalui magang menjadi modal dalam mencari kerja pada lowongan-lowongan yang tersedia. Untuk kebutuhan uang saku peserta magang kami akan membantunya,” ujar Aswar.

Ka SKK Migas Sumbagut foto bersama dengan perwakilan perusahaan yang beroperasi di Aceh dan perwakilan Pemerintah Aceh

Sementara Cut Vivi Elvida dari Bappeda Aceh menyatakan, pihaknya akan memperjuangkan dana untuk kebutuhan operasional peserta magang pada tahun 2021 jika komitmen dengan SKK Migas dan perusahaan-perusahaan migas untuk menampung peserta magang dari Aceh sudah konkret.

Sebagai wujud keseriusan Avicenia dalam membantu mengurai pengangguran di Aceh, pihak SKK Migas Sumbagut turut mengundang pejabat Pertamina, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), serta perusahaan-perusahaan migas yang sedang melakukan eksplorasi migas di Aceh.

Mereka antara lain adalah Firdaus Furywardhana (PHE NSE & PHE NSO), Donny Irawan (Formalities/PEP Rantau Aceh Tamiang), Adi Yusfan (BPMA), Nurrul Putranti (Premier Oil), Mirna Luthfi (Premier Oil), Camelia Martini (Mubadala Petroleum/Abu Dhabi), Rofie Rustianti (Mubadala Petroleum), dan Adek Nasution (Mubadala Petroleum).

Donny Irawan dari PEP Rantau menyatakan pihaknya siap menyambut usulan penampatan magang calon tenaga Aceh.

“Selama ini pihak universitas yang sering meminta penempatan mahasiswa untuk magang di tempat kami. Pihak Disnakermobduk Aceh cukup menyurati kami dan akan kami proses untuk ditempatkan pada perusahaan-perusahaan mitra Pertamina di Aceh Tamiang,” ujar Donny.

Ditemui usai pertemuan dengan Kepala SKK Migas Sumbagut dan stakeholders di Pekanbaru, Aswar menyatakan akan segera mengunjungi Pertamina Rantau Aceh Tamiang untuk membicarakan wujud kongkret kerja sama sekaligus melakukan survei tempat magang.

“Kami berharap insyaallah pada pertengahan tahun ini akan ada peserta magang kerja dari Aceh yang ditempatkan pada perusahaan-perusahaan mitra Pertamina di Aceh Timiang. Harus pecah telor tahun ini,” ujar Aswar dengan mimik optimis.

Selain Aswar dan Cut Fifi Elvida, dari Aceh turut hadir Qifti Reza Kesuma (Disnakermobduk Aceh), Mukhtar (BLKI Banda Aceh), dan Hasan Basri (Forum Koordinasi Jejaring Pemagangan Kerja) Provinsi Aceh.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK