Santri Baitul Arqam Belajar Jurnalistik di News Room Serambi Indonesia

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Sebanyak 21 santri Dayah Baitul Arqam, Sibreh, Aceh Besar mendapatkan wawasan lanjutan mengenai kerja-kerja jurnalistik dari jurnalis harian Serambi Indonesia, Mawaddatul Husna. Diskusi berlangsung di News Room Serambi Indonesia di Gampong Meunasah Manyang, Aceh Besar, dalam agenda media visit, Rabu (12/20/2020).

Sebelumnya, Mawaddatul Husna telah memberikan materi jurnalistik bertajuk “Perempuan Dalam Media Massa” dalam kelas mentoring mingguan yang dibuat di Dayah Baitul Arqam, Sibreh, Aceh Besar. Kelas mentoring tersebut merupakan program yang digagas oleh jurnalis aceHTrend, Ihan Nurdin, selaku penerima fellowship Citradaya Nita 2019 dari Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) 2019.

Pada kesempatan kedua ini, Mawaddatul Husna yang saat ini bertugas di Desk Ekonomi menjelaskan, menjadi jurnalis di era multimedia seperti dewasa ini harus memiliki semangat dan motivasi kerja yang tinggi. Selain itu, seorang jurnalis juga dituntut memiliki kemampuan lebih baik dalam memproduksi maupun dalam menyajikan konten berita.

“Semua ini bertujuan supaya masyarakat atau pembaca mendapatkan informasi yang lengkap. Misalnya, sekarang ini masyarakat juga lebih suka melihat berita dalam bentuk video, jadi seorang jurnalis itu juga dituntut untuk tidak hanya bisa menulis saja, tetapi juga harus bisa membuat video atau fotografi walaupun dengan teknik yang sederhana,” ujar Mawaddatul Husna.

Terkait dengan partisipasi perempuan dalam dunia jurnalistik kata Husna, keduanya memiliki peluang yang sama karena profesi ini sangat mengandalkan keahlian teknis. Jadi, siapa pun yang menguasai teknik-tenik jurnalistik dengan baik otomatis bisa membangun kariernya di dunia tersebut.

Husna juga menjelaskan cara kerja di dapur redaksi khususnya untuk media cetak, mulai dari proses rapat redaksi hingga produk jurnalistik tersebut bisa didistribusikan kepada masyarakat luas. Para santri juga bisa melihat langsung kerja sejumlah redaktur yang sedang bertugas di news room. Mereka juga mendapat kesempatan untuk “tour” ke ruang siaran Radio Serambi Indonesia dan News Room Kompas TV yang berada satu atap di sana. Selanjutnya santri juga melihat langsung ke bagian percetakan di area belakang gedung.

Fotografer Serambi Indonesia, Hendri Abik, yang ikut mendampingi santri turut membagikan pengalamannya. Ia memotivasi santri bahwa dengan profesi yang digelutinya membuat ia bisa mendapatkan pengalaman-pengalaman menarik yang sulit didapatkan melalui profesi lain.

“Saya pernah memotret orang utan liar, pernah naik helikopter, itu semua pengalaman berharga yang bisa saya dapatkan dengan menjadi jurnalis,” ujar pria yang akrab disapa Abik itu.

Mawaddatul Husna

Para santri terlihat sangat antusias mengikuti agenda media visit ini. Beberapa santri sudah mempersiapkan pertanyaan dan memanfaatkan momen tersebut untuk bertanya hal-hal teknis seputar percetakan. Mereka juga terlihat mencatat informasi-informasi penting yang disampaikan oleh keduanya.

Sementara itu, Ihan Nurdin menjelaskan, dari sejumlah kelas mentoring yang dibuat setiap pekan, dua di antaranya merupakan agenda mengunjungi kantor media massa. Selanjutnya para santri akan mengunjungi kantor media online aceHTrend untuk mengetahui mengenai tata cara kerja media online.

“Harapannya, dengan adanya media visit ini semangat santri untuk mengasah kemampuan menulisnya semakin tinggi. Menulis memiliki banyak manfaat, di antaranya baik untuk self healing dan saat ini menjadi salah satu keahlian yang menjanjikan untuk ditekuni. Sesuai dengan tagline kami, semoga para santri ini bisa berdaya dengan menulis,” kata Ihan.[]

KOMENTAR FACEBOOK