Polres Abdya Tangkap Seorang Petani Ganja Asal Kuala Batee

Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK (tengah) bersama Kabag OPS, AKP Haryono (kiri) dan Kasat Narkoba, Ipda Mahdian Siregar (kanan) saat menunjukkan barang bukti batang ganja hasil sitaan dari ladang ganja milik tersangka JY. @aceHTrend/Masrian Mizani.

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Satres Narkoba Polres Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) membekuk JY (33), warga Gampong Drien Beurumbang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya atas kepemilikan ladang ganja di kawasan Gampong Ie Mameh, Kabupaten Abdya.

Penangkapan tersangka dilakukan sekira pukul 11.00 WIB, Kamis (13/2/2020) di Gampong Drien Beurumbang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya.

Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK yang didampingi Kabag OPS, AKP Haryono dan Kasat Narkoba, Ipda Mahdian Siregar dalam konferensi pers yang digelar Mapolres Abdya, Jumat (14/2/2020) menjelaskan, penemuan ladang ganja milik JY awalnya dari laporan masyarakat setempat.

Kemudian kata Kapolres, personel Satres Narkoba melakukan pengintaian terhadap JY sebelum dilakukan penangkapan. Setelah keberadaannya diketahui pihak polisi, baru kemudiaan JY dibekuk saat hendak pergi menjemput anaknya ke sekolah.

“Setelah dilakukan penangkapan, personel kita melakukan interogasi terkait ladang ganja yang ada di Gampong Ie Mameh. Dari pengakuannya, ladang ganja itu benar milik dia,” jelas Kapolres.

Ia menyebutkan, pohon ganja yang ditanami JY tepatnya dalam perkebunan kepala sawit. Pohon-pohon ganja itu ditanam di celah-celah tanaman sawit.

“Untuk ladang yang ditanami itu seluas 100 meter per segi. Dan umur tanaman ganja ini baru empat bulan. Sementara lokasinya itu kita perkirakan 4 kilometer dari pemukiman warga, tapi masih bisa kita lalu dengan kendaraan,” ujar Kapolres.

Setelah mendapatkan pengakuan dari JY tambah Kapolres, personel Satres Narkoba beserta personel Polsek Kuala Batee langsung menuju lokasi tempat kejadian perkara (TKP) di Gampong Ie Mameh, guna memusnahkan ladang ganja tersebut dengan cara dicabut dan diamankan di Mapolres Abdya sebagai barang bukti penyidikan lebih lanjut.

“Jadi personel kita sudah mengamankan barang bukti sebanyak 77 batang pohon ganja yang ditanam oleh tersangka. Pohon-pohon ganja ini sudah kita amankan di Mapolres Abdya,” paparnya.

Usut punya usut tambah Kapolres, tersangka JY bukan hanya memiliki ladang ganja. Namun pria bertubuh pendek itu juga menyimpan empat paket narkotika jenis sabu. Hal itu diketahui kala personel Satres Narkoba melakukan penggeledahan di rumahnya.

“Selain 77 batang pohon ganja, anggota kita juga menyita barang bukti empat paket sabu seberat 0,64 gram bruto serta satu unit Hp merk Nokia dari tersangka JY,” tutur Kapolres.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 111 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (1) sub Pasal 114 ayat (1) dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun, paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

“Semoga ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak menanam ganja dan menyalahgunakan narkotika lainnya. Karena sepandai-pandainya bersembunyi, informasi itu pasti akan kami dapatkan. Maka oleh sebab itu jauhilah narkoba agar tidak rugi di kemudian hari,” pesan Kapolres.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK