Sudah Sepekan Warga Tambon Baroh Cium Bau Gas Amonia PT PIM

Ilustrasi

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Warga Gampong Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara sejak sepekan terakhir kembali mencium bau gas amonia yang dikeluarkan oleh pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Krueng Geukuh.

Salah satu warga, Muhammad Isa mengatakan, bau amonia itu mulai tercium sejak sepekan terakhir, tapi paling menyengat sejak tiga hari lalu. Namun kini baunya mulai berkurang, ia menduga sudah dinetralisasi oleh perusahaan.

“Empat hari terakhir baunya sangat menyengat sekali, akibatnyan ada tujuh warga mengalami muntah-muntah dan pusing. Tapi warga tersebut tidak mau berobat ke rumah sakit, jika pun berobat hanya dikasih satu botol susu beruang dan satu buah jeruk seperti biasa diberikan pihak perusahaan jika ada warga tumbang gara-gara gas amonia,” kata Muhammad Isa kepada aceHTrend melalui telepon, Jumat (14/2/2020).

Muhammad Isa menilai bau amonia dari pabrik tersebut merupakan bencana tersendiri yang dialami warga Tambon Baroh. Bahkan ia mengakui saat ini warga tidak tahu mengadu ke mana mengenai hal tersebut, pemerintah dan anggota dewan seakan-akan tidak ada rasa kepedulian terhadap masyarakat setempat.

“Saya sangat berharap kepada pemerintah agar bisa bersikap tegas terkait hal ini karena paparan bau amonia itu sangat jelas mencemari lingkungan dan sudah layak diberikan sanksi,” ujar Isa.

Sementara itu, Manager Humas PT PIM, Nasrun membenarkan kalau adanya bau amonia yang bersumber dari pabrik. Hal itu dikarenakan saat ini kondisi pabrik sedang start up. Ia menambahkan saat itu arah angin ke barat, jadi baunya bergerak ke arah pemukiman penduduk Tambon Baroh, biasanya bau amonia itu ke arah laut.

Selain itu, Nasrun menyebutkan menurut informasi dia dapatkan tidak ada warga yang mengalami muntah-muntah.

“Saat ini saya selalu turun ke lapangan, bahkan sekarang sedang duduk dengan perangkat Gampong Tambon Baroh dan masyarakat,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK