Pengembangan Kasus Perempuan yang Ditangkap di Lapas, Polisi Temukan 5 Ha Ladang Ganja di Sawang

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Personel gabungan Polres Aceh Utara dan Polres Lhokseumawe berhasil menemukan ladang ganja sekitar 5 hektare di kawasan perbukitan Gampong Cot Mancang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Jumat (14/2/2020).

Penemuan itu hasil pengembangan dari kasus tertangkapnya seorang wanita berinisial DS (23) yang kedapatan membawa ganja saat menjenguksuaminya di Lapas Kelas II B Lhoksukon pada Jumat siang.

“Kita juga mengamankan seorang pria berinisial Her (40) yang merupakan pemilik ladang ganja itu. Selain itu DS juga mendapat daun ganja kering itu dari tersangka Her,” kata Kasat Narkoba Polres Aceh Utara, Muhammad Daud, melalui keterangan tertulis yang diterima aceHTrend, Jumat malam.

Ia menjelaskan, tersangka Her ditangkap berdasarkan saksi dari DS yang ditangkap di lapas. DS mengakui mendapatkan daun ganja kering yang akan diberikan ke suaminya itu dari Her. Kemudian petugas melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut dan menangkap tersangka di rumahnya di Dusun Bale Gajah, Gampong Seumirah, Nisam Antara, Aceh Utara Jumat sore (14/2/2020).

Setelah ditangkap polisi langsung mengorek keterangan pada tersangka Her yang mengakui bahwa DS mendapatkan ganja tersebut dari dirinya yang ditanam di lahan sendiri. Namun karena masuk ke wilayah hukum Polres Lhokseumawe, pihak Polres Aceh Utara melakukan koordinasi dengan personil Polres Lhokseumawe dan Polsek Sawang. Setiba di lokasi ditemukan ladang ganja seluas 4 atau 5 hektare dengan ketinggian pohon sekitar 10 cm s/d 200 cm.

Menurut pengakuan tersangka Her, kata M Daud, lahan yang dimiliki pelaku itu hanya satu hektare, sedangkan 3 atau 4 hektar lagi tidak diketahui pemiliknya dan kini ditangani oleh Sat Narkoba Polres Lhoukseumawe.

Ia menjelaskan sebagian batang ganja itu dicabut untuk dijadikan barang bukti dan sisanya dibakar dengan disaksikan langsung oleh perangkat desa setempat.

“Saat ini barang bukti dan pelaku sudah dibawa ke Polres Aceh Utara untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK