Ria Rosja dan Lagu Payong Keunangan

Ria Rosja. [Ist]

ACEHTREND.COM,Jakarta- Ria Rosja, bukan nama asing di blantika musik Tanah Rencong. Suaranya yang empuk-empuk manis nan mendayu, pernah akrab di indera dengar penikmat lagu-lagu Aceh yang berkarakter.

Perempuan kelahiran Banda Aceh pada tahun 1986 itu, sempat “menghilang” dari peredaran, setelah lulus redistribusi pegawai [PNS] melalui jalur tes ke DKI Jakarta pada 2017. Akan tetapi “takdirnya” sebagai penyanyi sepertinya tidak bisa dihentikan. Sempat berniat “tutup karier” di bidang seni tarik suara, justru permintaan mendendangkan lagu datang dari kantornya sendiri.

“Awalnya, setelah lulus sebagai PNS di Jakarta, Ria berniat berhenti menyanyi. Ingin fokus menjalankan pekerjaan sebagai aparatur negara sekaligus mengurus keluarga. Rupanya pihak kantor mengetahui bakat Ria. Ria pun didaulat menyanyi,” ujar Ria Rosja, pada awal Januari 2020.

Kepada aceHTrend, alumnus Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah, Banda Aceh, bercerita bahwa di Jakarta, dia diminta menciptakan sekaligus menyanyikan lagu bertema promosi kesehatan. Jadilah ia menggubah lagu seperti: Lima Momen Enam Langkah Cuci Tangan, lagu Senam Ceria Kesehatan Jiwa, dan lain sebagainya.

Sepanjang kariernya, runner up DMD Show 2015 MNCTV, telah menelurkan beberapa single. Seperti Camera Fitnah, Berbeda feat Amoba Band, Hareum Meucinta, Menjadi Milikku, dan lagu remake Payong Keunangan. Dia juga sempat menggubah lagu Rindu Keu Kanda (2015) sebagai bentuk curahan hati utnuk sang suami yang dekat di hati tapi jauh di mata. Lagu tersebut menjadi hits-nya Ria Rosja.

Payong Keunangan yang di era 90-an sempat dibawakan oleh Hj. Laila hasyim, merupakan sebuah lagu yang sangat membekas. Bukan saja karena liriknya yang luar biasa. Tapi juga karena sejarah hingga Ria memutuskan bersedia untuk membawakannya.

Adalah almarhum Amiruddin Ali, yang merupakan penggubah lagu tersebut meminta Ria untuk menyanyikan lagu itu. Awalnya Ria tidak berani mendedangkannya. Ia merasa tidak memiliki kemampuan yang cukup. Apalagi Payong Keunangan yang bermuasal dari kisah nyata, sempat menjadi lagu populer di zaman Laila Hasyim masih eksis di blantika musik Aceh.

Tapi Amir bergeming dengan sikapnya. Ia melihat bahwa Ria adalah sosok yang tepat untuk menyanyikan tembang tersebut. Ria akhirnya tidak dapat mengelak. Ia pun mulai belajar langsung pada Amiruddin Ali.

Sampai ia pindah ke Jakarta, Ria tetap belajar menyanyikan lagu tersebut. Bahkan melalui telepon seluler ia mengulang-ulang lagu tersebut, sembari disimak dari jauh oleh komponis tersebut.

“Tahun 2017, lagu tersebut mulai proses penggarapan musik. Yang memainkan gitar adalah gitaris Rialdoni,” ujarnya.

Lagu tersebut memakan wkatu yang tidak pendek. Hingga pada 2018 Amiruddin jatuh sakit dan dirawat di ICU. Ria tergerak untuk pulang menemui musisi tersebut.

“Pak, Ria akan pulang ke Aceh besok. Bapak tunggu Ria ya, Ria akan bawakan lagu Payong Keunangan, kita dengar sama sama ya, pak,” kata Ria pada Amir kala itu.

Di perjalanan pulang, Ria dapat kabar bila sang maestro telah kembali ke haribaan Ilahi. Bersama temannya, begitu tiba di Aceh, dengan sepeda motor, Ria menembus jalan Barsela menuju Meulaboh, Aceh Barat, yang jaraknya ratusan kilometer.

Sekembalinya dari Meulaboh, Ria memutuskan untuk berhenti menggarap Payong Keunangan. Ia merasa bersalah tidak mampu mewujudkan harapan Amiruddin.

Tapi, ternyata istri almarhum tiba-tiba menghubungi Ria. Meminta agar sang artis nan ramah itu, melanjutkan Payong Keunangan, sesuai pesan Amiruddin.

“Ibu Muna, istrinya almarhum meminta saya melanjutkan lagu tersebut. Itu harapn terakhir almarhum kepada saya,” kata Ria, masygul.

Akhirnya pada 2019 Payong Keunangan pun selesai dibuat. “Silahkan ditonton di akun Youtube Ria: Ria Rosja Official,” imbuhnya. []

KOMENTAR FACEBOOK