8 Mahasiswa Aceh yang Kuliah di Wuhan Tiba di Serambi Mekkah

ACEHTREND.COM, Banda Aceh- Delapan orang dari 13 mahasiswa Aceh yang kuliah di Wuhan, Cina, tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Senin (17/2/2020). Sebelumnya mereka dikarantina di Kepulauan Natuna, untuk kepentingan observasi selama 14 hari.

Hasilnya, mereka dinyatakan sehat dan bebas virus corona, serta dapat berbaur dengan publik. Tiba di Serambi Mekkah, mereka disambut oleh perwakilan pemerintah dan keluarga masing-masing.

Mahasiswa tersebut tiba secara terpisah dalam dua penerbangan. Masing masing empat orang. Mereka terlihat senang saat menemui keluarga yang sudah menanti di bandara.

Alfi Rian yang tiba bersama tiga orang mahasiswa lainnya mengaku tidak bisa melupakan pengalaman selama masa observasi di Natuna. Di sana mahasiswa diperlakukan dengan sangat baik dan segala kebutuhan yang diperlukan juga di penuhi.

“Pengalaman di Natuna sangat luar biasa, tidak bisa dilupakan, semua kegiatan penuh rasa kekeluargaan. Semua kebutuhan kami disediakan. Pendamping dari TNI dan Kementerian Kesehatan pun sangat luar biasa,” kata Alfi Rian.

Menurutnya, selama di Natuna hampir setiap hari selalu berkomunikasi dengan keluarga.

“komunikasi dengan orang tua setiap hari ada. Sehingga keluarga tidak terlalu cemas karena orang tua tahu kondisi saya di sana, apalagi saya dalam keadaan sehat,” katanya.

Sementara, anggota himpunan mahasiswa Aceh di Tiongkok, Mulia Mardi mengatakan, ada delapan orang mahasiswa yang tiba di Aceh hari ini. Sementara tiga orang lainnya akan tiba besok, dan dua lagi masih menetap di Jakarta karena ada agenda keluarga.

“Hari ini ada dua kloter yang tiba di Aceh, masing masing empat orang, sehingga ada delapan orang yang tiba. Tiga orang lagi besok akan tiba, sementara dua orang sisanya masih menetap di Jakarta, karena ada agenda keluarga,” ujarnya.

Dia mengatakan juga sampai sejauh ini belum ada kabar kapan mereka akan kembali ke Wuhan. Karena masih harus menunggu kabar dari pihak kampus. Tapi untuk proses belajar mengajar, saat ini dilakukan secara online.

“Untuk kembali ke Cina melanjutkan studi, kami masih menunggu info proses belajar dari Wuhan. Termasuk beberapa mahasiswa aktif melakukan belajar secara online, aksesnya online, tugasnya juga online. Kalau saya sudah habis mata kuliah sehingga masih bisa tinggal lebih lama di Aceh,” katanya.[]

KOMENTAR FACEBOOK