Perantau Deli Serdang Meninggal karena Tenggelam di Aceh Tamiang

Tim SAR dan polisi mengavakuasi korban saat ditemukan pada Minggu sore (16/2/2020) @ist

ACEHTREND.COM, Karangbaru – Perantau Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Usman (40) ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 16.30 WIB di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (16/2/2020).

Usman yang beralamat di Desa Bangun Sari, kecamatan Tanjung Morawa itu sebelumnya terpeleset ke sungai di Kampung Aloy, Kecamatan Tamiang Hulu dan hanyut terseret arus pada Sabtu (15/2/2020).

Ketua Satgas Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Aceh Tamiang, Khairul, kepada aceHTrend, Senin (17/2/2020) menuturkan, kejadian itu berawal pada Sabtu (15/2) sekitar pukul 18.30 WIB korban bersama anaknya Vicky Ramadhan hendak menyeberangi sungai dengan cara berjalan kaki.


Saat itu korban terlebih dahulu menyeberangi sungai, tetapi sampai di tengah sungai korban terpeleset dan terbawa arus sungai yang deras. Anak korban yang menyeberangi sungai dengan perahu getek berusaha menyelamatkan korban, tetapi korban tidak berhasil diselamatkan. 

Setelah itu, katanya, Satgas SAR Aceh Tamiang mendapat laporan dari Ketua Tagana Aceh Tamiang bahwa di Kampung Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu ada orang hanyut terbawa arus sungai aras tinggi. Setelah mendapatkan laporan tersebut Satgas SAR Aceh Tamiang langsung koordinasi dengan Polsek Tamiang Hulu dan dan Pos SAR Langsa untuk melakukan pencarian.

Namun, di hari pertama melakukan penyisiran dari titik korban terbawa arus sungai menuju hilir sepanjang 3 km atau sampai batu kapur. Pada pukul 11.30 WIB pencarian dihentikan dengan hasil nihil. Lalu, di hari kedua (Minggu) tim kembali melakukan penyisiran dari titik korban terbawa arus sungai menuju ke hilir sungai berjarak sekitar 2 km dan melakukan teknik blender dengan menggunakan rubber boat, serta dibantu masyarakat yang melakukan pencarian dengan cara menyelam secara manual pada titik yang diduga keberadaan korban.

“Sekitar pukul 16.30 WIB, tim gabungan bersama masyarakat berhasil menemukan korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa pada jarak sekitar 2 km dari korban terbawa arus sungai. Selanjutnya korban dievakuasi oleh tim dan dibawa ke Puskesmas Kecamatan Tamiang hulu dengan menggunakan rubber boat,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK