Di Aceh Barat, Wartawan Korban Pengeroyokan Dijadikan Tersangka

Teuku Dedi Iskandar di UGD RSUD Cut Nyak Dien Meulaboh @aceHTrend/Sudirman Z

ACEHTREND.COM, Meulaboh- Sudah jatuh tertimpa tangga, demikian perumpamaan yang tepat untuk menamsilkan nasib yang sedang menimpa Teuku Dedi Iskandar, wartawan LKBN ANTARA Biro Aceh, yang juga Ketua PWI Aceh Barat. Dia yang sempat menjadi sasaran amuk sejumlah orang di Meulaboh, kini ditetapkan sebagai tersangka.

Dia dilaporkan oleh pelaku pengeroyokan terhadap dirinya. Kepada polisi, pelaku kekerasan terhadap Dedi mengaku dicekik oleh wartawan tersebut, ketika aksi brutal itu berlangsung.

Teuku Dedi Iskandar, Kamis (20/2/2020) datang ke Mapolres Aceh Barat. Dia memenuhi panggilan polisi karena telah ditetapkan sebagai tersangka pada peristiwa pengeroyokan di Kafe Elino, pada 20 Januari lalu. Kala itu, Dedi didatangi sejumlah pria dan dikeroyok.

“Polisi telah menetapkan saya sebagai tersangka tindak pidana penganiayaan. Pelapor yang merupakan pelaku pengeroyokan terhadap saya, melapor ke polisi, bila saya telah mencekik dirinya dalam peristiwa itu,” ujar Dedi.

Dedi tentu tidak habis pikir. Kala itu, secara tiba-tiba sejumlah orang mendatangi dirinya dan melakukan penganiayaan. Dedi dipukul beramai-ramai. Saat itu dia mencoba membela diri dengan cara menyilangkan kedua tangannya di depan, agar pukulan-pukulan dari gerombolan itu tidak mengenai tubuhnya.

Teuku Dedi Iskandar, wartawan LKBN ANTARA Biro Aceh. [Sudirman Z/aceHTrend]

“Saya yang melakukan upaya membela diri dari amuk mereka, justru saya yang dijadikan tersangka oleh polisi,” ujar Dedi.

Dalam kasus ini, Dedi dibidik dengan Pasal 351 Jo 352 KUHP tentang penganiayaan. Dia sudah ditetapkan sebagai tersangka pada 6 Februari 2020. Kehadiran Dedi berdasarkan surat panggilan Polisi No. S.pgl/42/II/2020 Tanggal 7 Februari 2020.

Atas peristiwa korban pengeroyokan yang kemudian menjadi tersangka, aceHTrend mencoba melakukan konfirmasi ke pihak kepolisian. Hingga berita ini tayang, aceHTrend belum berhasil belum dapat terhubung. Kapolres Aceh Barat dan Kasat Reskrim mengaku sedang sibuk.

Awal Mula Prahara Terjadi
Wartawan LKBN Antara di Aceh Barat, Teuku Dedi Iskandar, mengaku diserang sekelompok orang di sebuah warung kopi di Jalan Gajah Mada, Kota Meulaboh, Senin (20/1/2020). Akibatnya Teuku Dedi terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Teuku Dedi saat ditemui aceHTrend di UGD RSUD Cut Nyak Dien mengatakan, awalnya dirinya didatangi oleh seseorang bernama Akrim, Direktur PT Tuah Akfi Utama dan beberapa rekan lainnya saat ia berada di warung kopi tersebut.

“Saya disodorkan dan dipaksa menandatangani sebuah kwitansi bahwa saya berutang kepada Akrim. Bagaimana tak menolak. Kondisinya apa. Kok tiba-tiba datang suruh teken kwitansi bahwa saya ada utang. Tapi saya yakin sekali, ini upaya untuk melemahkan saya karena pernah tulis berita kasus pengancaman terhadap wartawan. Mereka memang sempat marah atas berita yang saya tulis. Kalau memang mereka marah, kenapa marahnya sama saya saja. Kenapa saya yang dicari-cari dan dibuat cerita lain. Padahal yang tulis berita itu ramai wartawan lain,” jelas Teuku Dedi.

Ia meyakini, dirinya sengaja ingin dilemahkan supaya tidak bisa lagi meng-update berita terkait kasus pengancaman terhadap wartawan yang terjadi beberapa waktu lalu di Aceh Barat.

“Kejadiannya di warung, karena saya tak mau dipaksa seperti itu, maka terjadilah pengeroyokan terhadap saya. Sempat terkena pukulan dengan tangan oleh anak buak Akrim di bagian wajah dan bagian tubuh lain termasuk di dada,” ungkapnya.

Dedi mengaku, padahal dia tak punya masalah apa-apa dengan Akrim dan teman-temannya yang lain. Bahkan Dedi masih mengganggap Akrim sebagai teman dekat seperti dulu. []

KOMENTAR FACEBOOK