Maraknya Kobaran Api dan Ajaibnya Kumandang Azan

ACEHTREND.COM, SINGKIL – Pada saat kebakaran terjadi di Desa Ujung, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, Kamis siang (20/2/2020), warga melakukan berbagai cara untuk memadamkan kobaran api.

Selain menghubungi petugas pemadam kebakaran yang direspons dengan mengerahkan empat mobil pemadam, warga terutama anak muda juga beramai-ramai melakukan pemadaman api secara manual.

Warga mengambil air dari got di pinggir jalan untuk menyiram dan memblokir agar lidah api tidak merambat ke bangunan lain. Namun kobaran api belum tampak meredup. Dalam hitungan menit si jago merah berhasil melalap 18 unit rumah. Sebanyak 16 unit rumah luluh lantak rata dengan tanah. Sedangkan dua unit rusak ringan.

Seorang saksi mata, Syafrizal di lokasi kebakaran kepada aceHTrend menyebutkan, api bergerak begitu cepat, berputar-putar dari barat ke timur.

“Kondisi rumah yang bermaterial kayu yang sudah lapuk, membuat api dengan cepat membesar. Angin yang bertiup cukup kencang, menambah parah kebakaran,” tutur Syafrizal yang juga Camat Singkil itu.

Di tengah-tengah sedang sibuk dan sulitnya petugas dan warga memadamkan api, tiba-tiba seorang warga, pria paruh baya menghadap kiblat dan mengumandangkan azan. Lalu, lafadz kalimat tauhid pun menggema ke petala langit Singkil.

Azan yang dikumandangkan itu, kata Sukri seorang warga, bukan sebagai pertanda waktu salat akan tiba, namun dengan harapan api bisa segera dipadamkan.

Sukri menjelaskan, azan yang dilakukan warga tadi spontan saja. Karena menurut kepercayaan warga setempat, api bisa juga dipadamkan oleh kumandang azan.

“Azan, tak hanya sebagai penanda waktu salat, ada hikmah lain di balik lantunan suara azan,” timpal Khaidir seorang warga lainnya kepada aceHTrend, Kamis (20/2/2020).

Dengan suara yang berisi kalimat tauhid. Dilantunkan dengan suara merdu, jernih, dan penuh penghayatan, akan mampu memberi  hikmah, hidayah, dan kekuatan. Bahkan, bisa melenyapkan bencana.

Pascakumandang azan, dalam 30 menit si jago merah padam sehingga api tidak sampai meluas “membumihanguskan” rumah-rumah warga lain.

Suasana di tempat kebakaran pun lebih syahdu, sejuk, damai, dan tentram serta warga yang terkena musibah tidak begitu panik. Itulah salah satu hikmah dan ajaibnya lafadz azan.[]

Editor : Ihan Nurdin