Kenduri Kebangsaan & aceHTrend “Shutdown”

Kenduri Kebangsaan, sebuah hajatan yang digelar Yayasan Sukma Bangsa dan Forbes Aceh di Senayan, telah mencatat sejarah baru. Surya Paloh yang merupakan pembina Yayasan Sukma Bangsa, pendiri dan ketum Partai NasDem, juga pemilik Media Indonesia Group, pulang kampung. Bukan sekedar pulang, tapi ikut serta mengajak Presiden RI Ir. Joko Widodo dan 11 menteri kabinet untuk datang ke Bireuen, Sabtu (22/2/2020).

Ada hal yang patut menjadi catatan, bahwa Kenduri Kebangsaan merupakan bukti tidak ada kebencian di hati Surya Paloh dan Jokowi kepada Aceh. Mereka tetap memperlakujan Aceh dengan sangat baik. Padahal semua orang tahu, ketika Pilpres dan Pileg 2019, Jokowi dan NasDem hancur lebur di Aceh. Ragam fitnah ditimpa ke mereka. Tak mampu dibendung, walau banyak tim juga dibentuk untuk membekukan fitnah. Tapi, tim-tim itu, juga membeku dengan sendirinya.

Kenduri Kebangsaan merupakan ajang besar. Banyak hal yang terjadi.Seperti warning Presiden Jokowi kepada Pemerintah Aceh tentang buruknya pengelolaan keuangan daerah. “Teguran” itu merupakan penanda bila Joko Widodo mengetahui kondisi Aceh.

Aceh memang jauh hari sudah membutuhkan asistensi khusus. Pembangunan daerah ini memang melambat. Bila merujuk sektor investasi, justru belum terlihat. Di sini (Aceh), banyak orang fokus menyerap otsus untuk kegiatan nir manfaat. Banyak kegiatan yang dibuat atas nama rakyat, justru tidak dapat dinikmati oleh rakyat.

Ini bukan kesalahan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Tapi kesalahan semua orang yang pernah terlibat menahkodai daerah ini, termasuk bupati dan walikota di Aceh. Hanya saja, karena saat ini Nova Iriansyah adalah “Aceh 1” maka kepada dialah semua beban tersebut harus ditimpa. Ia harus membawa dua bungkusan besar, dosa pendahulu dan tanggung jawab yang harus ia tunaikan.

Di luar kritik Presiden Jokowi terhadap pengelolaan dana otsus Aceh, Kenduri Kebangsaan berjalan sukses. Semua anak bangsa, baik dari “wangsa cebong” maupun “wangsa kampret/kadrun” bersatu di bawah satu tenda, sembari menyantap kuah beulangong dan berupaya semaksimal mungkin mendapat kesempatan selfie bersama Joko Widodo. Satu hal lagi yang perlu dicatat, Kenduri Kebangsaan bukan hajatan 01. Itu kegiatan Yayasan Sukma Bangsa dan Forbes Aceh. Walau ada juga anggota forbes yang tidak ambil pusing pada kegiatan itu.

***

Sayangnya, ketika hajatan besar itu digelar, aceHTrend mengalami turbulensi dan terpaksa shutdown. Kami masuk bengkel untuk menjalani pengobatan setelah diserang virus yang belum kami publikasikan jenisnya. Serangannya sangat mendadak. Usai Jumat (21/2/2020) subuh, aceHTrend menghilang dari internet.

Personil IT yang kami sebut sebagai tim bedah, segera turun tangan. Siangnya kami dapat kabar bila operasi up-normal sedang terjadi. Maka aceHTrend pun masuk ICU. Wartawan gelisah. Redaktur apalagi. Tapi semua sepakat untuk tidak panik. Kami percaya tim IT organik aceHTrend mampu mengatasinya.

Alhamdulillah, pukul 22.00 WIB, Minggu (23/2-2020) aceHTrend pulih. Kami bergembira. Tentu akan kami rayakan dalam bentuk acara makan-makan bersama di markas besar redaksi. Sebagai bentuk syukuran atas keberhasilan tim IT organik menyembuhkan aceHTrend yang sempat diserang oleh “virus”.

Akhirnya, selamat atas suksesnya Kenduri Kebangsaan. Selamat datang juga di aceHTrend. Jangan lupa, like and share, serta read semua informasi yang kami beritakan. []

KOMENTAR FACEBOOK