Ajak Presiden Dukung KIA Ladong, CEO Trans Continent Apresiasi Nova

CEO Trans Continent, Ismail Rasyid. [Muhajir Juli/aceHTrend]

ACRHTREND.COM, Jakarta – Sambutan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah di depan Presiden Jokowi yang meminta [Jokowi] memberikan dukungan percepatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong Aceh Besar, dan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas (BPKS) Sabang adalah kepedulian Pemerintah Aceh untuk memicu cepat bergeraknya ekonomi di Serambi Mekkah.

Dalam pidato di acara Kenduri Kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa, Bireuen, Sabtu (22/2/2020), Nova memohon dan melaporkan hal-hal yang telah dilakukan di bidang ekonomi untuk pertumbuhan ekonomi di Aceh.

“Saya mencatat ada tujuh yang dimohon oleh Pak Plt Gubernur Aceh kepada Bapak Jokowi yang mayoritas bicara tentang ekonomi. Saya mengapresiasi sambutan yang memberikan optimisme ekonomi Aceh akan bangkit dan investor akan ke sana,” sebut CEO PT Trans Continent, Ismail Rasyid, Minggu (23/2/2020) di Jakarta.

Alumnus Fakultas Ekonomi Unsyiah ini menyatakan hal-hal yang diungkapkan oleh Plt Gubernur Aceh itu adalah sebagai salah satu solusi membangun daerah dengan mempercepat KEK, KIA dan BPKS Sabang. Ismail yang sudah berinvestasi di KIA Ladong sangat mengharapkan percepatan pembenahan dan penyediaan infrastruktur dasar untuk mendukung percepatan realisasi investasi sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi investor yang akan masuk untuk berinvestasi .

“Kami adalah perusahaan pertama yang ground breaking di KIA Ladong pada Agustus 2019, dan hingga sekarang masih melanjutkan pekerjaan dasar dan penataan kawasan, persiapan konstruksi, proses perekrutan karyawan, semua rencana investasi dan pembangunan pasti harus melalui tahapan tahapannya. Namun kami sudah berkomitmen bersama masyarakat Aceh akan menjadi mitra pemerintah dalam rangka menyukseskan program Aceh Hebat,” ungkapnya.

Ismail melanjutkan di Ladong segera beroperasi Pusat Logistik Berikat (PLB) yaitu sebagai suatu kawasan yang akan menjadi tempat konsolidasi barang-barang atau komoditi unggulan Aceh yang dihasilkan oleh masyarakat untuk tujuan ekspor dan tempat transit barang-barang import untuk tujuan industri yang masih mendapatkan fasilitas penangguhan pajak impor. Dia menyebutkan alat-alat kerja untuk mendukung PLB seperti forklift, prime mover, trailer, telehandler, tronton dan lain-lain sudah siap beroperasi dan sekarang masih dipusatkan di Hub Regional PT Trans Continent di Sumatera Utara dan siap dimobilisasi kapan saja dibutuhkan, tentunya menyesuaikan dengan progress PLB.

CEO PT Trans Continent menambahkan salah satu lagi alat berat utama untuk menghandle container yaitu reach stacker dengan kapasitas 45 ton segera dikapalkan dari luar negeri ke KIA Ladong. Juga akan diproses custom clearance di Banda Aceh sesuai dengan komitmen PT Trans Continent dengan Kakanwil Bea Cukai Aceh Safuadi. Pihak Bea Cukai Aceh sangat cepat merespon serta memberikan guidance yang jelas dengan mengeluarkan izin PLB untuk PT Trans Continent dalam waktu yang cepat.

Perihal prosedur izin usaha di Aceh, Ismail menyatakan proses perizinan di Aceh sangat cepat, karena sekarang semua pihak sudah sangat serius dan fokus mewujudkan kemandirian ekonomi Aceh.

“Mari kita perbanyak bicara kapal bisnis dan lupakan bicara kapal perang. Kemiskinan di Aceh bisa berkurang jika roda ekonomi berputar di masyarakat. Salah satunya melalui gerbang ekspor impor dan pelabuhan,” pinta Ismail Rasyid yang Minggu lalu ke India bersama Plt Gubernur Aceh mengadakan pembicaraan bisnis dengan pengusaha dan Pemerintah India.

PT Trans Continent merupakan perusahaan yang bergerak di bidang multi moda transport, logistics & supply chain dengan core business di bidang industri pertambangan, perminyakan, energi serta perdagangan domestik maupun internasional dengan 19 cabang di Indonesia, dua di luar negeri (Australia & Filipina) serta jaringan kerja di 80 negara. Perusahaan ini dirintis pada 2005 di Balikpapan, Kalimantan, serta memiliki sekitar 400 karyawan dan 450 unit alat Kerja baik ukuran besar, sedang, dan kecil.

KOMENTAR FACEBOOK