Kala Presiden Takjub dengan Progres Pembangunan Tol Sibanceh

Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan jalan tol Sibanceh di kawasan Indrapuri, Aceh Besar, Jumat (22/2/2020) @ist/aceHTrend

ACEHTREND.COM, Bireuen – Sebelum bertolak ke Kabupaten Bireuen untuk menghadiri Kenduri Kebangsaan yang diprakarsai oleh Surya Paloh pada Sabtu (22/2/2020), Presiden RI Joko Widodo telah tiba di Aceh pada Jumat sore dan agenda pertamanya adalah melihat perkembangan pembangunan Jalan Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) di kawasan Indrapuri, Aceh Besar.

Presiden Jokowi mengaku kaget dengan proses pembangunan jalan tol sepanjang 74 kilometer tersebut yang dinilai sangat cepat. Proses pembangunannya sendiri dilakukan dalam enam seksi, yakni Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum 25,2 km, Seksi 2 Seulimeum-Jantho 6,1 km, Seksi 3 Jantho-Indrapuri 16 km, Seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang 14,7 km, Seksi 5 Blang Bintang-Kuto Baro 7,7 km, dan Seksi 6 Kuto Baro-Simpang Baitussalam 5 km.

“Kemarin saya melihat progres perkembangan pembangunan jalan tol sangat cepat, terus terang saja saya kaget. Kecepatan luar biasa setelah 14 bulan dikerjakan sejak saya ground breaking di Banda Aceh,” kata Jokowi di hadapan masyarakat Aceh dalam Kenduri Kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa, Bireuen, Sabtu (22/2/2020).


Padahal kata dia, selama ini setiap pembangunan jalan tol di berbagai daerah selalu bermasalah dengan urusan pembebasan lahan. Namun di Aceh, sudah 90 persen pembebasan lahan selesai dilakukan.

Jokowi menyebutkan kecepatan ini luar biasa, pembebasannya di luar dugaannya dan ini patut disyukuri.

“Saya baca, masyarakat mendukung penuh pembangunan infrastruktur dan sangat menginginkan segera selesai,” katanya.

Jokowi mengatakan, pengerjaan infrastruktur ini betul-betul ingin dipercepat di seluruh tanah air, khususnya di Aceh. Ia berkomitmen untuk menggenjot pembangunan infrastruktur agar Indonesia bisa setara dengan negara-negara lain.

Peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan jalan tol ini dilakukan pada 5 Agustus 2018. Jalan ini nantinya memiliki enam pintu masuk, masing-masing lima di wilayah Aceh Besar dan satu di Kabupaten Pidie.[]

Editor : Ihan Nurdin