Kaki Gajah Liar Ini Nyaris Putus Terkena Jerat Seling di Juli Bireuen

Jerat siling yang digunakan untuk menjerat gajah @ist

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Seekor gajah liar dewasa kembali ditemukan terkena jerat di Gampong Alue Leuhop, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen pada Minggu (23/2/2020). Kaki kanan gajah tersebut nyaris putus akibat terliling seling selama tiga pekan.

Setelah mendapatkan informasi dari warga setempat, pada hari tersebut personel Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh dan Conservation Response Unit (CRU) DAS Peusangan, serta didampingi tim medis dari Pusat Kajian Satwa Liar (PKSL) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, telah melakukan upaya penyelematan terhadap gajah malang tersebut.

“Berdasarkan laporan dari masyarakat setempat, gajah tersebut sudah terjerat selama lebih kurang tiga pekan. Hasil pemeriksaan tim medis di lokasi kejadian, gajah liar tersebut diperkirakan berumur lebih kurang 7 tahun. Terluka di bagian pergelangan kaki pada kaki kanan depannya. Jenis jerat yang melukai gajah liar ini yaitu jenis jerat seling,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh, Agus Ariyanto.

“Ada tiga kasus gajah kena jerat seling, dua kejadian di Aceh Timur termasuk anak gajah bernama Salma mati usai perawatan, dan satu di Bener Meriah yang dievakuasi kemarin,” kata Agus saat dihubungi aceHTrend, Selasa (25/2/2020).

Menurutnya, hal tersebut menandakan bahwa masih banyak jerat di kawasan hutan, termasuk yang ada di dalam kawasan perkebunan, meskipun sebelumnya juga telah dilakukan upaya sapu jerat oleh pejabat BKSDA yang lama.

“Artinya kitakan pernah melakukan operasi sapu jerat, yang pernah diekspose oleh Pak Sapto (kepala sebelumnya), ada upaya upaya BKSDA dengan para pihak, melakukan operasi tersebut. Kemudian penyadartahuan ke masyarakat juga dilakukan, agar tidak melakukan kegiatan kegiatan seperti itu, yang dapat membunuh satwa liar,” katanya.

Ditanya soal sosialisasi langsung yang dilakukan pihak BKSDA, Agus mengatakan BKSDA akan menyampaikan langsung ke kepala desa, dengan harapan mereka bisa menysosialisasikan kepada warganya.

“Kalau selama ini, kita beberapa waktu lalu dengan dukungan NGO juga, bukan hanya BKSDA sendiri, teman-teman NGO juga banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang pada intinya mengimbau masyarakat, melakukan penyadartahuan masyarakat, akan bahayanya jerat terhadap satwa liar, bahkan bisa terjadi juga pada manusia,” katanya.

Ia menambahkan, untuk operasi jerat yang dilakukan BKSDA ke depan, secara khusus belum direncanakan, namun di saat kegiatan patroli rutin, itu dilakukan, meskipun sejauh ini belum menemukan jerat saat patroli di kawasan hutan.

“Ya kita mengimbau kepada masyarakat, kalau yang di dalam kawasan memang dilarang untuk melakukan perburuan satwa, tapi ini yang di luar kawasan hutan seperti di dalam perkebunan, kita berharap masyarakat tidak menggunakan jerat seperti itu,” katanya.

Saat ini kondisi gajah liar dewasa yang terkena jerat di daerah Juli Bireun tersebut sedang dalam perawatan medis oleh tim petugas, dan telah dibawa ke Pusat Latihan Gajah di Saree, Aceh Besar.[]

Editor : Ihan Nurdin