Muzakar Menabur Angin, Ismail Adam Menghalau Badai

ACEHTREND.COM,Bireuen- Sepertinya kisah romantisme antara almarhum Saifannur-Muzakar, telah berlalu. Setelah Saifannur pergi keharibaan Ilahi, setidaknya sudah dua kali Muzakkar A. Gani menyampaikan hal yang “menganulir” capaian pembangunan yang berhasil dicapai selama 2,5 tahun. Bila dulunya ia memuji Saifannur, kini dia pula yang mengatakan, selama 2,5 tahun, anggaran Bireuen tidak berpihak kepada rakyat miskin.

“Hubungan saya dengan Bupati sangat harmonis dan kami pun saling menghargai. Saya sebagai Wakil Bupati tahu bagaimana cara membantu Bupati. Setiap kebijakan Bupati, saya tidak campuri. Tapi saya ikut memberikan masukan-masukan dan kami saling tukar pikiran,” kata Muzakkar A. Gani, Minggu (1/12/2019). Saat itu ia masih sebagai Wakil Bupati Bireuen.

Kepada aceHTrend, Muzakar mengatakan bahwa hubungannya dengan Saifannur seperti abang dan adik. Sebagai tokoh Bireuen, Muzakar mengaku tidak menempatkan Saifannur sebagai kolega kerja. Tapi sudah menjadi bagian dari keluarga.

Adakah pernyataan yang dimuat di Tabloid aceHTrend, sebuah pengakuan politik temporer? Tapi pernyataannya pada Selasa (25/2/2020) bukan saja telah mencoreng arang di muka “abangnya” itu, tapi juga seperti upaya mengeliminir prestasi Pemerintah Bireuen yang sempat diakui oleh dirinya sendiri kala menjadi wakil.

“Selama ini sudah 2,5 tahun anggaran tidak berpihak kepada masyarakat miskin,” kata Muzakkar A Gagi, di depan puluhan keuchik, tokoh masyarakat dan muspika, pada musrenbang Kecamatan Kota Juang yang berlangsung di Aula Lama Setdakab Bireuen.

Pernyataan itu kontradiktif dengan apa yang disampaikan oleh Muzakar pada Kamis (19/12/2019) ketika menggelar Rapat Koordinasi Program Penanggulangan Kemiskinan.

Kala itu, dia mengakui bahwa kemiskinan di Bireuen masih ada, khususnya di enam kecamatan. Akan tetapi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan Kabupaten Bireuen mengalami penurunan yang signifikan dari 18,21 persen pada tahun 2012 turun menjadi 14,31 persen pada tahun 2018.

Pernyataan Muzakar yang kini ditunjuk sebagai Plt Bupati Bireuen, yang mengatakan bahwa selama 2,5 tahun APBK tidak memihak kepada rakyat kecil dikecam oleh politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga anggota DPRK Bireuen, Ismail Adam. Tifosi garis keras Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 itu mengatakan pernyataan yang disampaikan oleh Muzakar merupakan sesuatu yang tidak pantas.

“Pernyataan itu tidak menunjukkan Muzakar sebagai politisi matang. Tapi justru terkesan asal bunyi. Dulunya bilang A sekarang bilang B. Padahal dia adalah orang nomor dua di Bireuen,” kata Ismail Adam.

Sebagai mitra tandem eksekutif, Ismail Adam mengaku heran, mengapa tiba-tiba Muzakar memilih mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang justru mencoreng dirinya sendiri. Apakah ada upaya pengkondisian tertentu?

“Jikalau mau fair, mengapa pernyataan tersebut tidak dia sampaikan ketika Pak Saifannur masih ada. Mengapa harus sekarang? Ini kan seperti dahan yang membaji batang. Merusak dari dalam, padahal ia juga pemilik rumah,” kata Ismail Adam.

Menurut Ismail Adam, Plt Bupati Bireuen sedang memainkan politik baru. Sebuah pengkondisian. Padahal banyak yang sudah dilakukan oleh Saifannur (juga Muzakar) selama 2,5 tahun. Seperti pembangun sejumlah ruas jalan, jembatan, pembangunan rumah dhuafa, rehab rumah duafa dan lain sebagainya.

Lalu, mengapa Plt Bupati Bireuen, melupakan itu? Ismail Adam mengaku heran. “Aneh -aneh saja sikapnya. Mendua dan tidak dewasa,” kata Ismail Adam yang mengaku sudah berhenti menjadi supporter fanatik Prabowo, setelah mantan Danjen Kopassus itu diangkat menjadi Menhan RI.

Plt Harus Buka Buku Catatan Lama

Pernyataan Muzakar yang dinilai kontroversi, turut membuat Wakil Ketua DPRK Bireuen Syauqi Futaqi, naik darah. Ia merasa Muzakar sedang memainkan politik handuk basah. Sebagai upaya memperburuk citra Golkar Bireuen, yang selama ini mati-matian membangun Bireuen.

Sebagai wakil rakyat, Syauqi merasa perlu untuk mengingatkan Muzakar agar tidak asal bunyi. Bilapun hal tersebut merupakan agenda setting pilkada 2022, tapi pola permainannya tidak perlu sekasar itu.

“Almarhum Bapak Saifannur sangat mencintai Bireuen. Tekad kuatnya maju pada Pilkada 2017 untuk membangun Bireuen. Coba tanya kepada kepala SKPK di Bireuen, apa yang diperintahkan kepada mereka oleh almarhum? Program dinas harus pro rakyat kecil. Kami di DPR pun demikian. Memantau secara serius semua program pembangunan,” kata Syauqi.

Ia berharap Muzakar tidak cepat lupa. Bila telah ada yang tidak lagi terekam di kepala, Muzakar diminta untuk membuka buku catatan lama. “Bukalah catatan lama. Lihat kembali, apakah di dalam rapat-rapat, tidak ada laporan progres? Agar ke depan tidak bicara ngaur lagi,” kata Syauqi.

Politisi Golkar itu mencontohkan pada tahun 2019, Pemkab Bireuen telah membangun jalan hotmix sepanjang 16.544 meter. Peningkatan jalan hotmix 15.756 meter. Pengerasan jalan sepanjang 19.957 meter. Jalan terobosan sepanjang 31.711 meter.

“Itu belum lagi rehabilitasi jalan hotmix, rehab jalan perkerasan dan jembatan. Semua itu untuk siapa? Untuk seluruh rakyat. Itu baru di bidang infrastruktur jalan. Masih banyak yang lain. Tahun 2018 juga demikian,” kata Syauqi.

Dari catatan aceHTrend, pada tahun 2019 (sampai 22 Oktober)Pemkab Bireuen telah membangun 1.288 unit rumah untuk rakyat miskin. Tahun 2018 jumlah yang berhasil dibangun 1.202 unit. Untuk rumah rehab tahun 2018 mencapai 1.325 unit. Tahun 2019 (22 Oktober) sebanyak 1.822 unit.

Menurut Kabid Perkim, Dinas Perkim LH, Arief Funna, ST., Jumat (15/11/2019) pembangunan rumah dhuafa di Bireuen selama periode Saifannur-Muzakar (Fakar), tanpa kutipan dana liar. “Tidak ada kutipan apapun dari pihak manapun. Pemerintah Bireuen telah menganggarkan semua kebutuhan pembangunan di dalam APBK,” ujar Arief Funna.

Untuk memintai tanggapannya terkait pernyataan yang dinilai blunder, aceHTrend sudah mencoba menghubungi Plt Bupati Bireuen Muzakar A. Gani. Tapi Ketua DPD II Partai Demokrat Bireuen itu tidak merespon. Dua kali panggilan telepon tidak diangkat. Pesan WA pun belum dibaca hingga berita ini tayang. []

KOMENTAR FACEBOOK