Tim Polres Lhokseumawe Bekuk Dua Pengedar Uang Palsu

Polisi menunjukkan barang bukti yang disita pada saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Selasa, 25 Februari 2020. @aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe membekuk dua pengedar uang palsu di kawasan Pantai Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Senin (24/2/2020).

“Pelaku berinisial RD (17) pelajar dan MS (19) ditangkap setelah mendapat laporan dari warga,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan kepada awak media dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Selasa (25/2/2020).

Ari menyebutkan, RD mendapat uang palsu pecahan Rp20.000 dari tersangka lainnya IB yang sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian. Kemudian pelaku mengajak MS untuk membelanjakan uang palsu dengan tujuan mendapat kembalian uang asli.

Ari menambahkan, RD berperan mengambil uang di rumah IB, kemudian uang itu dibelanjakan ke kios-kios, sedangkan MS berperan membawa sepeda motor dan menerima perintah dari RD.

“Hasil keuntungan itu diserahkan kepada IB yang nantinya akan dibagi keuntungannya,” ujar Ari.

Dari tangan pelaku, polisi menemukan barang bukti di antaranya 55 lembar uang palsu pecahan Rp20 ribu, 20 lembar uang asli Rp10 ribu dari hasil kembalian, 62 lembar uang asli pecahan Rp5 ribu, 15 uang asli pecahan Rp2 ribu, satu buah tas polo warna cokelat, dan satu unit Honda Vario warna merah.

Sementara itu, RD mengaku pertama kali mengetahui uang palsu itu dari IB yang saat ini sedang buron.

“Uang palsu itu saya belanjakan, lalu hasil kembalian diberikan ke IB dan hasil keuntungannya dibagi dua, misalkan dari Rp 1 Juta dapat keuntungan Rp500 Ribu,” kata RD.

Pelaku dikenakan Pasal 36 ayat (3) jo Pasal 26 ayat (3) UU RI Nomor 7 Tahun 2020 tentang Mata Uang subs UU RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak subs Pasar 55 KUHPidana, dengan acaman penjara paling lama 15 tahun.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK