Pemerintah Pusat Akan Bangun International Fish Market Integrated

Dicky Agung Setiawan. [Muhajir Juli/aceHtrend]

ACEHTREND.COM, Banda Aceh-Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Aceh yang berada di bawah otoritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dicky Agung Setiawan, meminta Pemerintah Aceh segera melakukan komunikasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dicky mengatakan, Kamis (27/2/2020) Pemerintah Pusat di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2022-2024, telah memasukkan pembangunan dua pusat international fish market integrated. Pembangunan pasar ikan terintegrasi bertaraf internasional itu akan dibangun di wilayah timur dan barat.

Untuk wilayah barat, sudah ada propinsi yang mengajukan diri. Pun demikian, menurut Dicky, Aceh belum terlambat untuk membangun komunikasi ke Pusat. Karena Aceh memiliki sumber daya yang luar biasa dan sangat cocok sebagai tempat dibangunnya pasar ikan teringerasi itu.

Dalam catatan lembaga yang ia pimpin, tahun 2019, sebanyak 17 ribu ton hasil laut Aceh dibawa keluar. Baik sebagai konsumsi Sumatera dan Jawa, juga sebagai bahan baku industri pengolahan ikan di Sumatera Utara.

“Kita (Aceh) punya peluang besar. Tapi harus segera dibangun komunikasinya. Apakah Pemerintah Aceh sudah tahu ada pembangunan international fish market integrated itu? Kita punya sumber daya. Luas Pelabuhan Ikan Lampulo sangat mendukung. Kemudian hasil produksi laut kita juga sangat banyak,” kata Dicky.

Dicky berharap Pemerintah Aceh segera mengambil langkah-langkah strategis untuk menjemput program itu. Harapan itu disampaikan ketika ia ikut memberikan tanggapan pada acara Customs Stakeholder Brief Kanwil DJBC Aceh, yang digelar di Kantor Bea Cukai Aceh. []