Penangkapan Tiga Pria di SPBU Blang Peuria Geudong, Polisi Amankan 35 Kg Sabu

Barang bukti 35 kg sabu yang diamankan polisi

ACEHTREND.COM, Karangbaru – Penangkapan tiga pria yang diduga bandar sabu-sabu di SPBU Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Aceh Utara pada Rabu (26/2/2020) ternyata dilakukan oleh personel Polres Aceh Tamiang. Dalam insiden tersebut, polisi berhasil menggagalkan peredaran 35 kilogram sabu-sabu yang dibungkus dengan kemasan teh.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Zulhir Destrian, menyebutkan tiga tersangka yang diamankan itu berinisial HH alias SN (44), warga Desa Keude Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, MB alias BS (30), warga Blang Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, dan MH alias AM (32), warga Desa Punti, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Kapolres mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan informasi yang diterima bahwasannya ada dua kotak ikan berisi sabu-sabu yang masuk melalui jalur tikus di perairan Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang. Kemudian narkoba itu diangkut dalam mobil Grand Max. Selanjutnya, petugas langsung melakukan pengintaian dan mengikuti mobil tersebut hingga sampai di Kabupaten Aceh Utara.

Baca: Tiga Pria Diduga Bandar Narkoba Ditangkap di SPBU Blang Peuria Geudong

Setiba di kawasan Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, mobil itu diparkirkan di areal SPBU, tidak lama kemudian datang dua pelaku memindahkan dua kotak ikan tersebut. Pada saat itu, tim Satresnarkoba Polres Aceh Tamiang langsung melakukan penyergapan terhadap keduanya.

Kemudian, kedua pelaku itu dibawa ke ruang Polres Satresnarkoba Polres Aceh Utara. Saat diinterogasi, pelaku HH mengakui bahwa sabu itu milik majikannya yang berada di Malaysia dan narkoba itu diminta supaya dikirimkan kepada para pemesan yang ada di Aceh dan Medan.

Selanjutnya, petugas meminta tersangka menghubungi MH alias AM selaku pemesan sabu dan meminta untuk berjumpa di SPBU Blang Peuria. Pada saat MH tiba di lokasi, petugas langsung menangkap tersangka. Selanjutnya ketiga pelaku dan barang bukti dibawa ke Sat Narkoba Polres Aceh Tamiang, guna pengusutan lebih lanjut.

Dia menambahkan, ketiga pelaku bersama 35 kg sabu dibungkus dalam kemasan teh cina serta satu unit mobil Grand Max dibawa ke Mapolres Aceh Tamiang untuk proses pengusutan lebih lanjut.

”Alhamdulillah, penangkapan bandar sabu dan menggagalkan peredaran sabu ini berkat informasi dari masyarakat,” ujarnya saat dihubungi aceHTrend, Kamis (27/2/2020).

Ia mengakui untuk menutup jalur tersebut tidak mungkin karena semua kapal bisa bersandar di jalur tersebut. Misalnya di Kecamatan Seuruway, bisa mencapai 100 kapal yang masuk melalui jalur tersebut, itu tidak masuk jalur perairan yang ada di Kecamatan Bendahara.

Ketiga pelaku itu disangkakan melanggar Pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara minimal enam tahun pPenjara dan pidana denda maksimum Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah).[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK