Corona telah Mengganggu Bisnis Pengiriman Global

Sebuah kapal kontainer berlayar di dekat Terminal Kontainer Kwai Tsing di Hong Kong, Cina, di mana coronavirus telah memicu penurunan besar-besaran impor bahan baku karena pabrik-pabrik telah berhenti beroperasi @Paul Yeung / Bloomberg

Seorang pejabat industri mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa tarif sewa kapal tanker telah memangkas lebih dari 80 persen ketika wabah virus korona terus menekan rem pada ekonomi besar, menyebabkan sektor pengiriman kehilangan ratusan juta dalam dunia bisnis.

Sementara sebagian dari pendapatan hilang untuk selamanya, pelambungan perdagangan dapat menempatkan sektor ini kembali ke perairan yang lebih tenang akhir tahun ini, Sekretaris Jenderal Kamar Pengiriman Internasional (ICS) Guy Platten mengatakan. ICS adalah asosiasi perdagangan utama bagi pemilik dan pedagang kapal dagang, yang mewakili lebih dari 80 persen armada pedagang dunia.

Platten menyebutkan wabah virus COVID-19 “sangat mengganggu” untuk sektor pengiriman, memicu penurunan signifikan impor bahan baku di pusat ekonomi China karena pabrik-pabrik telah berhenti dan baru mulai pulih.

“Di sisi barang jadi Anda punya kontainer kosong misalnya di China dan Anda kekurangan kontainer di Amerika Serikat karena barang-barang manufaktur tidak keluar dari China dan diangkut ke seluruh dunia. Ini memengaruhi semua rantai pasokan di seluruh industri pengiriman,” katanya.

Sulit untuk memperkirakan biaya keseluruhan untuk sektor ini, katanya.

“Yang kita tahu adalah bahwa telah terjadi penurunan absolut dalam tarif untuk berbagai kelas kapal. Kita tahu bahwa jalur peti kemas melakukan pelayaran kosong. Akan ada ratusan juta dolar [yang] akan berada dalam bahaya sekarang,” katanya.

“Di sektor kapal tanker, kita tahu bahwa harga telah turun lebih dari 80 persen hanya di satu daerah itu saja,” tambah Platten.

Raksasa pengiriman Maersk memperingatkan pekan lalu bahwa wabah virus akan menekan pendapatannya tahun ini.

Platten berada di Jenewa untuk bertemu dengan para pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang memimpin respons internasional terhadap wabah yang telah menginfeksi sekitar 80.000 orang dan menewaskan lebih dari 2.700, sebagian besar di Cina.

Dia mengatakan jalur pelayaran bertindak secara bertanggung jawab, mengutip tim medis mereka di kapal dan kesadaran tentang bagaimana menangani penyakit menular.

Secara terpisah, asosiasi pemilik kapal Jerman VDR mengatakan pada konferensi pers tahunan di Hamburg bahwa operasi terminal di pelabuhan-pelabuhan Cina tidak berjalan dengan lancar karena supir truk dan pekerja pelabuhan hilang.

Perjalanan bolak-balik kapal kontainer melalui pelabuhan Tiongkok semakin tinngi kemungkinan dibatalkan karena tingkat muatannya yang rendah. Pemilik kapal telah meminta staf untuk tetap di kapal dan mengenakan masker, kata VDR.

Awak kapal tidak digantikan di Cina, dan kapal tidak menerima dan memuat makanan saat di pelabuhan Tiongkok, tambahnya.[] Sumber : Aljazeera

Penerjemah : Ikhsan Pakusa
Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK