Diam Atas Kerusuhan di India, Sonia Gandhi Kritik Pemerintah Federal Delhi

Seorang pria Muslim diserang oleh gerombolan Hindu pada kerusuhan di India. Setidaknya 37 orang dilaporkan telah meninggal dunia dan ratusan lainnya menderita luka-luka. [Siddiqui/Reuters]

ACEHTREND.COM, New Delhi-Presiden (sementara) Kongres Partai Opisisi, Sonia Gandhi, Jumat (28/2/2020) mengkritik Pemerintah Federal Delhi, yang dianggap sebagai penonton bisu atas kerusuhan antara umat Muslim dan Hindu di sana.

Sonia menilai apa yang dilakukan oleh Pemerintah Federal Delhi sebagai aksi penonton bisu. “Pemerintah Federal Delhi seperti penonton bisu atas kerusuhan yang telah menewaskan puluhan orang,” kata Sonia Gandhi.

Sementara itu, menurut catatan Rumah sakit guru Teg Bahadur, korban tewas dalam kerusuhan tersebut  telah mencapai 37 orang. Demikian disampaikan oleh Dr Sunil Kumar, Direktur Medis Rumah Sakit Guru Teg Bahadur

Ia mengatakan, dari hasil laporan  diketahui selain dari 33 kematian yang tercatat di Rumah Sakit Guru Teg Bahadur, tiga lainnya telah dicatat di Rumah Sakit Lok Nayak dan satu di Rumah Sakit Jag Pravesh Chandra

Dr Kumar menambahkan bahwa 14 orang lagi yang terluka dibawa ke rumah sakit hari ini. Dengan demikian, jumlah orang yang terluka dirawat di Rumah Sakit Guru Teg Bahadur sejak Senin menjadi 214 orang.

Seperti dilaporkan sebelumnya, kerusuhan tersebut dipicu oleh perlakuakn diskriminasi Pemerintah India, yang hanya memberikan kewarganegaraan kepada imigran yang disiksa di negaranya, dengan syarat bukan beragama Islam. Umat Islam di negara Hindustan itupun melakukan protes keras.

Beleid itu disahkan oleh pemerintahan Perdana Menteri India, Narendra Modi yang beraliran sayap kanan. Partai pengusungnya, Bhratiya Janata (BJP) dituduh bersikap diskriminatif terhadap umat Muslim.

Beberapa saat setelah kejadian itu, lini masa Twitter diramaikan dengan tagar #ShameOnYouIndia yang telah dicuitkan hampir 50 ribu kali.[]

Laporan: Ikhsan Pakusa

Editor: Muhajir Juli

Sumber: Aljazeera, CNN.