Pemerintah Aceh Tandatangani Kontrak 463 Paket Senilai Rp682 Miliar

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Pemerintah Aceh melakukan penandatanganan kontrak bersama untuk 463 paket proyek APBA senilai Rp682 miliar. Kontrak bersama tersebut terdiri atas e-katalog 277 paket senilai Rp 219,3 miliar dan lelang 187 paket senilai Rp463 miliar. Penandatanganan tersebut berlangsung di Anjong Mon Mata Banda Aceh, Jumat (28/2/2020).

Pada tanggal 28 November 2019 lalu, Pemerintah Aceh telah mengumumkan sebanyak 1.735 paket dengan total dana mencapai Rp2,4 triliun.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh pihak terutama rekanan atas terselenggaranya kontrak bersama yang relatif cepat.

“Harapan ke depan kualitas kegiatannya dapat memenuhi standar mutu dan administrasinya cukup waktu,” ujar Nova.

Nova juga menegaskan, kontrak bersama ini juga sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik dalam sistem pengadaan barang dan jasa di Aceh.

“Ini adalah amanah rakyat untuk Saudara laksanakan dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Ingat ini untuk masyarakat, berilah yang maksimal terutama mutu konstruksi dan barang. Konsultan pengawas akan melakukan tugasnya untuk kualitas konstruksi tersebut,” ujar Nova.

Nova Iriansyah meminta rekanan selaku pelaksana agar melakukan pekerjaan dengan penuh amanah dan jujur, yang mencerminkan nilai-nilai syariah Islam dalam keseluruhan proses pelaksanaan proyek pembangunan Aceh.

Ia juga mengingatkan agar para kepala SKPA, KPA dan PPTK untuk segera melakukan penyelesaian semua administrasi yang dibutuhkan dan melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan proyek tersebut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Selanjutnya Nova mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal semua operasional di lapangan. Ia juga mengingatkan kepala SKPA untuk segera menyelesaikan sisa paket yang belum ditender.

“saya berharap akhir Maret ini semua paket lelang sudah terlaksana,” ujar Nova.

Tanda tangan kontrak bersama ini disebutkan lebih cepat 56 hari atau 1 bulan 26 hari dibandingkan tahun anggaran 2019 dengan jumlah paket 318 paket dengan nilai Rp645 miliar.

“Tahun ini lebih cepat dan lebih banyak,” ujar Asisten II Setda Aceh yang juga Ketua P2K-APBA, Teuku Ahmad Dadek.

Adapun pake tersebut, meliputi: rumah layak huni 254 paket senilai Rp198,22 miliar; gedung 12 paket senilai Rp230 miliar; sarpras panti 10 paket senilai Rp6,57 miliar; sarpras pasar 10 paket senilai Rp9,28 miliar; PMT balita/bumil 8 paket senilai Rp6,95 miliar; dan bantuan UEP 6 paket senilai Rp3 miliar.

Selanjutnya paket Jalan lingkungan, jalan produksi, jalan perkebunan 4 paket dengan nilai Rp3 miliar; bibit dan benih 4 paket senilai Rp2 miliar; asrama 4 paket senilai Rp3,83 miliar; kapal fiber dan perahu 2 paket senilai Rp96,25 miliar; sarana ibadah 2 paket senilai Rp5 miliar; dan sarpras peternakan 2 paket senilai Rp1,34 miliar.

Berikutnya, sarpras pendidikan 2 paket senilai Rp1,64 miliar; bantuan WKSBM 2 paket senilai Rp0,99 miliar; jaringan irigasi 1 paket senilai Rp3,19 miliar; lampu jalan 1 paket senilai Rp0,50 miliar; peralatan bencana 1 paket senilai Rp0,81 miliar; pupuk 1 paket senilai Rp0,98 miliar; sarpras air bersih 4 paket senilai Rp2,40 miliar; sarpras kantor 4 paket senilai Rp2,78 miliar; perlengkapan kantor 18 paket senilai Rp10,6 miliar; jasa lainnya 13 paket senilai Rp44,61 milyar; barang lainnya 25 paket senilai Rp20,11 miliar, dan konsultan 72 paket senilai Rp20,77 miliar.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK