Saffronisasi & Kampanye Hindutva Melalui Film Bollywood

Sebuah mesjid di Ashok Nagar dibakar dan di atas menaranya dikibarkan bendera saffron dengan gambar monyet Hanoman. [Foto: Twitter]

Oleh Munawar Liza Zainal

Saffron adalah sejenis rempah sangat legendaris dengan harga yang sangat mahal. Digunakan untuk memasak makanan yang berkualitas tinggi dan bahan baku kosmetik. Dipanen dari dari tangkai putik bunga. Untuk mendapatkan satu kilogram saffron, perlu 150000-160000 bunga.

Warna kuning pada nasi biryani, biasanya karena saffron.
Di India dikenal dengan bhagwa, identik dengan dengan Hindutva, nasionalisme dan hegemoni Hindu.

Sejak beberapa tahun ini, secara sistematis India mengeluarkan film-film yang berisi semangat Hindutva.
Bajirao Mastani (2015), Padmavat (2018), di antara film yang menggambarkan ideologi Hindutva itu.

Yang terbaru, Tanhaji, trailernya dikeluarkan November 2019, bercerita tentang pertempuran antara Maratha dengan Mughal, dirilis saat memanasnya hubungan antara India dan Pakistan. Di dalam film itu, digambarkan tentang pertempuran Hindu vs Islam.

Padahal, pertempuran Kondhana (sekarang Sinhagad dekat Pune), pada tahun 1670, bukanlah perang agama.
Dalam poster film Tanhaji, pihak Maratha digambarkan dengan warna saffron, sedangkan sebelahnya, pihak Mughal, dengan warna yang gelap, seolah-olah pertarungan antara kebaikan dengan keburukan.

Dalam beberapa adegan, kalimat bhagwa (saffron), beberapa kali diulang, seperti pesan ibunya Tanaji yang berkata, “Jab tak Kondhana me phir se bhagwa nahi lehrata, hum joote nahi pehnenge”. Saya tidak akan memakai sepatu kecuali bendera saffron berkibar di Kondhana.

Tanggal 6 Desember 2019, bertepatan dengan peringatan hari penghancuran Mesjid Babri di Ayodha, dirilis film lain berjudul Panipat.

Trailer film ini dibuka dengan kata-kata Maratha, sebagai benteng India dalam melawan Ahmad Shah Abdali dari Afghanistan yang menyerang India. Dalam film juga menceritakan ‘pengkhianatan’ penguasa muslim Mughal Najib Ad-Dawlah yang meminta bantuan Afghanistan untuk menguasai Maratha.

Orang Afghanistan digambarkan sebagai orang yang brutal dan haus darah, sedangkan orang Maratha adalah orang-orang yang baik dan beradab.

Saat ini, ideologi Hindutva dianut oleh partai penguasa di India, Bharatiya Janata Party yang membuat kebijakan-kebijakan yang menimbulkan kebencian kepada Muslim di India.

Beberapa hari yang lalu, sebuah mesjid di Ashok Nagar dibakar dan di atas menaranya dikibarkan bendera saffron dengan gambar monyet Hanoman.

Saffronisasi saat ini sedang berlangsung di India, bahkan di beberapa wilayah, sudah masuk kurikulum dan buku sekolah.[]

KOMENTAR FACEBOOK