Memprihatinkan, Pelajar MIS Kuta Bakdrien Abdya Belajar di Bangunan Darurat

Kondisi MIS Kuta Bakdrien Kec. Tangan-Tangan Abdya

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Sebanyak 55 pelajar Madrasah Ibtidaiah Swasta (MIS) di Gampong Kuta Bakdrien, Kecamatan Tangan-Tanagan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terpaksa harus belajar di bangunan daruat lantaran tidak cukup ruangan belajar.

“Sekolah ini dibangun pada tahun 2011 lalu dan pembangunan sekolah ini dimulai dengan swadaya masyarakat,” ungkap Kepala MIS Kuta Bakdrien, Tgk Nyak Umar, Sabtu (29/2/2020).

Nyak Umar menyebutkan, MIS Kuta Bakdrien hingga saat ini hanya memiliki dua kelas permanen yang disekat-sekat menjadi empat ruangan belajar bagi 55 siswa-siswa. Selain itu, juga ditambah dengan satu bangunan darurat yang mereka gunakan sebagai ruang belajar.

Dua gedung permanen itu kata Nyak Umar, merupakan hasil perjuangan Wakil Bupati Abdya Muslizar semasa menjadi anggota DPRK Abdya periode 2009-2014 lalu.

Sedangkan bangunan madrasah darurat itu kata Nyak Umar, dibangun secara swadaya oleh masyarakat Gampong Kuta Bakdrien.

“Mereka mengumpulkan dana secara patungan membeli material bangunan agar anak-anak mereka bisa bersekolah,” jelasnya.

Ia menambahkan, konstruksi gedung sekolah darurat itu terbuat dari material kayu, beratap seng, namun belum memiliki dinding sehingga ketika angin kencang dan hujan melanda proses belajar mengajar menjadi terganggu.

“Kalau musim hujan, air masuk ke ruangan gedung sekolah darurat itu karena dinding yang terbuat dari tripleks itu tidak seluruhnya menutupi bangunan, sehingga proses belajar mengajar menjadi terganggu,” keluhnya.

Selain itu kata Nyak Umar, MIS tersebut juga belum tersedianya fasilitas gedung yang memadai, baik itu pagar hingga belum tersedianya ruang perpustakaan, sementara minat masyarakat mengantarkan anak mereka untuk bersekolah di MiS tersebut terus bertambah.

Sementara itu, salah seorang wali murid, Yusuf berharap agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama untuk memperhatikan kondisi MIS tersebut, sehingga proses belajar mengajar di madrasah swasta itu bisa berjalan sesuai dengan harapan.

“Kami sangat berharap Kementerian Agama memperhatikan madrasah ini, sehingga proses belajar mengajar terhadap anak kami tidak lagi terganggu saat turunnya hujan,” pinta Yusuf.[]

Editor : Ihan Nurdin