Pemkab Aceh Timur Akan Bantu Biaya Pendampingan Keluarga Pasien Pengidap Hidrosefalus dan Kelainan Jantung

M. Gibral penderita kelainan jantung

ACEHTREND.COM, Langsa – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan membantu biaya pendampingan bagi keluarga pasien hidrosefalus untuk berobat ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh dan pasien dengan kelainan jantung yang berobat ke Jakarta.

Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, Elfiandi, melalui Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos), Saharani, kepada aceHTrend Jumat (28/02/2020), menuturkan, dirinya atas perintah Bupati Aceh Timur melalui Kadinsos telah melihat langsung kondisi kedua pasien tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini saya bersama┬áTenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping sosial PKH, pihak kecamatan dan puskesmas telah mengunjungi kedua pasien tersebut di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Miftanul Jannah penderit hydrosefalus

Ia menjelaskan, untuk pasien hydrosefalus bernama Miftanul Jannah, dan masih berumur 1,6 tahun merupakan anak dari Tarmizi, warga Gampong Ladang Baro, Kecamatan Julok.

“Miftanul Jannah menderita hydrosefalus sejak lahir,” ucapnya.

Miftahul Jannah telah melakukan operasi sebanyak dua kali di Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSZA) Banda Aceh. Dan, pada operasi kedua kali telah dipasang selang dari bagaian kepala melewati dada dan terhubung ke saluran kemih dengan tujuan agar cairan dalam kepalanya dapat dikeluarkan bersama dengan urinenya.

Miftahul Jannah harus melakukan pemeriksaan sebulan sekali ke RSZA. Selama ini juga tetap dalam pengawasan pihak puskesmas setempat. Selain itu, dirinya juga telah memghubungi pimpinan C-Four Aceh, Ratna untuk mendampingi pasien selama di Banda Aceh.

“Dan alhamdulillah beliau akan membantu pasien tersebut,” kata Saharani.

Sementara itu, untuk pasien jantung bocor bernama M. Gabril berusia 14 tahun, anak dari Darmayanti, warga Gampong Blang Pauh Dua, Kecamatan Julok. Gabril telah didiagnosa mengalami kelainan jantung dari hasil pemeriksaan di RSUZA Banda Aceh pada November 2019 dan disarankan untuk melakukan operasi jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta.

Sambung Saharani, setelah melihat kedua pasien ini, dirinya akan melaporkan ke kepala dinas dan selanjutnya ke Bupati Aceh Timur yang akan membantu pengobatan kedua pasien tersebut.

“Untuk pengobatan memang ditanggung oleh BPJS Kesehatan, tapi biaya akomodasi bagi keluarga untuk berangkat ke Banda Aceh dan Jakarta tidak ditanggung, sehingga akan dibantu oleh Pemkab Aceh Timur dan jika ada pihak lain yang ingin membantu kedua pasien tersebut silakan,” ujarnya.[]

Editor : Ihan Nurdin