Syafiyun Naji, Hafiz Termuda dari Kota Sabang yang Berusia 13 Tahun

Syafiyun Naji saat melakukan uji hafiz 30 juz Alquran di Masjid Babussalam Sabang @ist

ACEHTREND.COM, Sabang – Ma’had Daarut Tahfizd Al Ikhlas Aceh Besar melakukan Syahadah (Uji Hafal) Alquran 30 juz kepada hafiz Syafiyun Naji bin Murdani Mustafa bertempat di Masjid al Agung Babussalam Kota Sabang, Senin (2/3/2020).

Syafiyun Naji yang masih berusia 13 tahun ini merupakan hafiz termuda yang berasal dari Kota Sabang di Ma’had Daarut Tahfizd Al Ikhlas.

Mudir Ma’had Daarut Tahfidz Al Ikhlas Ustaz H Zulfikar S. Ag, MA menyampaikan, sudah ada 16 tahfiz yang sudah siap dan lancar hafalan 30 juz.

“Ananda Syafiyun Naji merupakan santri pertama yang khatam dari kota Sabang yang ada di Pesantren Daarut Tahfidz Al Ikhlas, dan masih ada 9 santri lainnya yang berasal dari Sabang di Daarut Tahfidz Al Ikhlas,” kata Ustad Zulfikar melalui keterangan tertulis yang diterima aceHTrend.

Ustaz Zulfikar juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Sabang yang sudah menyambut dengan hangat, dan dia berharap mudah-mudahan ke depan banyak lagi muncul hafiz muda dari Kota Sabang.

“Mudah-mudahan Ananda Syafiyun Naji, setelah khattam Syahadah bisa kembali ke Sabang dan membangun program tahfiz di Sabang sejak dini,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Sabang, Drs. Marwan mengatakan Syahadah selama ini baru dilaksanakan di Ma’had Daarut Tahfidz Al Ikhlas di Aceh Besar.

Menurutnya kegiatan ini sesuai dengan program Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh yaitu program ‘Satu Kampung Satu Hafidz’.

“Alhamdulillah di Kota Sabang sudah ada lebih kurang 20 orang hafiz pria dan wanita,” ungkapnya.

Pihaknya akan mengupayakan agar nantinya di setiap kampung ada hafiz Alquran, jadi apa yang dilakukan Ma’had Daarut Tahfizd dapat menjadi contoh kepada anak-anak kita yang lain untuk bangkit dan termotivasi.

Ia mengatakan, tahun ini pihaknya akan membuka pesantren tahfiz di Sabang, ini berkat kerja sama Pemerintah Kota Sabang dengan Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah Turki.

“Kita tidak hanya bekerja sama dengan pesantren yang ada di Aceh, namun juga bekerja sama dengan pesantren tahfiz yang dikelola oleh orang Turki, insyaallah peluangnya lebih besar,” kata Marwan.[]

KOMENTAR FACEBOOK