Jalan Mulus Ampon Nurlif

Teuku Nurlif (kiri) Ketua Golkar Aceh. [Ist]

ACEHTREND.COM,Banda Aceh-Beberapa waktu sebelum Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 Partai Golkar Aceh, sejumlah isu dilemparkan ke publik. Mulai dari adanya keinginan terjadinya perubahan di tubuh Golkar Aceh, hingga negative campaign bahwa mantan koruptor tidak boleh menjadi Ketua DPD I Golkar Aceh. Tapi di dalam musda, semuanya tenggelam. Teuku Husin Banta, yang sebelumnya sangat bersemangat ingin menjadi rival Teuku Nurlif, berhenti di tengah jalan.

Rabu (4/3/2020) sore, tepatnya satu jam setelah Ashar, seorang politisi senior Golkar Aceh sembari tersenyum mengatakan, “Ketua Golkar Aceh sudah terpilih.”

Pernyataan itu tentu membuat aceHTrend kaget. Bukankah musda baru akan digelar pada Rabu malam? Apa yang sedang terjadi di partai berlambang pohon beringin tersebut? “Kepentingan menjaga marwah partai lebih penting ketimbang kekuasaan individual,” kata kader Golkar Aceh, yang ikut bergabung menyeruput kopi, di sebuah warkop di tepian Kutaraja.


Dalam bincang ringan itu, mereka membahas tentang sosok ketua Golkar Aceh, bukan sekedar patung di organisasi. Tapi juga individu yang memiliki sikap dan tidak isa disetir oleh kekuatan politik di luar Golkar. “Kader Golkar bekerja untuk Golkar. Bukan menjadikan Golkar sebagai wadah untuk menjaga kepentingan warna politik lain,” kata salah seorang di antara mereka.

Sembari tersenyum, aceHTrend menyelutuk, apakah yang dimaksud oleh mereka adalah calon rival Teuku Nurlif? Yaitu Teuku Husin Banta? Mereka tidak menjawab. Hanya menyampaikan demikianlah idealnya orang yang harus dipilih sebagai Ketua Golkar Aceh.

Berkibar Sebelum Musda

Husin Banta adalah kader senior Partai Golkar Aceh. Lelaki bertubuh tambun itu cukup disegani oleh kader Partai Golkar. Walau akhir-akhir ini namanya kian tidak dikenal lagi oleh publik Bukan bermakna Husin telah meredup. Ia terus hidup di dalam agenda-agenda politik Golkar dan kibar bendera kuning tetap setia mengikutinya.

Sebelum Musda Golkar Aceh yang ke -11, Husin Banta digadang-gadang akan memenangkan konvensi di Serambi Mekkah. Ada 17 DPD II yang disebut-sebut memberikan dukungan kepada politisi asal Matangglumpangdua, Bireuen. DPD II Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Simeulue, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah, Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tamiang. Serta satu dukungan suara dari AMPG. Bahkan, banyak pihak memprediksi bila Husin Banta akan menang.

Incumbent, Teuku Nurlif, hanya mendapatkan dukungan dari 12 dukungan. Enam dari DPD II dan enam lagi dari sejumlah pihak seperi Dewan Pertimbangan, Soksi, Kosgoro, MKGR, dari organisasi yang didirikan Golkar dan dar DPP Golkar.

Suasana Musda Golkar Aceh ke-11 di Banda Aceh, Rabu (4/3/2020). [Ist]

Di tengah hadirnya gelombang dukungan untuk Husin Banta, gerakan politik di tubuh Golkar pun seperti arus samudra di Segitiga Bermuda. Tidak menentu, walau terlihat tak beriak di permukaan. Pusaran yang kian waktu bertambah kencang, bermuara pada hadirnya peta politik yang justru menjungkir balikkan keadaan.

Sebelum Musda dimulai, Husin Banta mengaku batal maju. Ia mendahulukan kepentingan partai, ketimbang ambisi pribadi. “Sebenarnya kita sudah putuskan untuk tidak lagi berkompetisi, demi solidaritas Partai Golkar, setelah bertemu dengan DPP saya mempertimbangkan kiri kanan, atas bawah, untuk mengedepankan kepentingan partai yang jauh lebih penting dari kepentingan pribadi,” kata Husin usai pembukaan Musda ke-11.

Akhirnya, tanpa perlu digelarnya pemungutan suara, secara aklamasi, Teuku Nurlif ditunjuk kembali sebagai nahkoda Golkar Aceh untuk periode baru.

Sebelumnya, desas-desus bahwa siapapun boleh maju, tapi yang terpilih tetaplah yang mendapatkan restu dari DPP Golkar. Kabar it terus berputar-putar di luar “tembok” Golkar. Di bahas oleh orang-orang yang pernah dekat dengan Golkar. Dibincangkan oleh simpatisan yang peduli pada kemajuan partai.

Lalu, benarkaah Husin Banta tidak mendapatkan restu Pusat? Entahlah. Hal yang pasti, mundurnya Ampon Banta, telah memuluskan jalan bagi Ampon Nurlif menuju kursi ketua, tanpa perlu adanya “Perang Baratayudha” sesama anak bangsa di bawah rindang beringin tua. Selamat, Ampon!

KOMENTAR FACEBOOK