Baitul Mal Aceh Latih Belasan Nazir

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Sebanyak 19 nazir (pengelola wakaf) dari kabupaten/kota se-Aceh mengikuti pelatihan nazir yang dilaksakanan oleh Baitul Mal Aceh. Kegiatan ini diharapkan melahirkan para nazir yang lebih profesional dalam mengelola wakaf di Aceh.

“Dengan adanya pelatihan ini mudah-mudahan ke depan para nazir lebih profesional dan mampu menjawab segala keluhan dalam mengelola harta wakaf,” kata Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden, di sela-sela menutup kegiatan tersebut di Hotel Ayani, Jumat (13/03/2020).

Ia menjelaskan, dalam pengelolaan harta wakaf hal yang sangat penting yaitu menyangkut administrasi. Apalagi selama ini banyak aset wakaf yang menimbulkan sengketa akibat tidak jelas administrasinya saat diwakafkan oleh wakif.


“Kami minta kepada para nazir sekalian untuk dapat melakukan berbagai upaya agar harta wakaf ini mendapatkan sertifikat dari pemerintah. Ini menjadi tanggung jawab nazir di daerah sehingga harta wakaf terselamatkan,” ungkapnya,

Rahmad menambahkan, Baitul Mal Aceh siap dan terus bersinergi dengan lembaga terkait untuk melakukan pengembangan wakaf di Aceh. Apalagi Baitul Mal Aceh selaku pengelola harta zakat, wakaf, dan harta agama lainnya memiliki kewenangan untuk pengembangan.

Pelatihan Nazir Baitul Mal Aceh tahun 2020 tersebut dilaksanakan selama empat hari, sejak 10-13 Maret 2020. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari lokal dan nasional.

Untuk pemateri nasional Baitul Mal Aceh mengundang General Manager of Wakaf Mobilization Dompet Dhuafa Jakarta, Bobby Porman Manullang. Sedangkan pemateri lokal, yaitu Fahmi M. Nasir, Pendiri Pusat Studi dan Konsultasi Wakaf Jeumpa D’Meusara (JDM) Banda Aceh; Mahdi Muhammad, Ketua Yayasan Waqaf Baitul Mal Barbate Aceh, dan Prof Al Yasa’ Abubakar, Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Kegiatan ini dibuka oleh Plt Kepala Baitul Mal Aceh, Dr Armiadi Musa MA. Dalam sambutannya ia mengatakan data terakhir yang dikeluarkan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI melalui Siwak (Sistim Informasi Wakaf) jumlah tanah wakaf di Aceh sebanyak 13.891 persil dengan luas 7.666,63 hektar, dengan rincian 6.731 persil (958,28 hektar) sudah bersertifikat dan 7.160 persil (6.708,35 hektar) belum bersertifikat wakaf.

“Tentu ini sebuah angka yang fantastis, yang jika dikelola secara produktif dan amanah akan mampu meningkatkan kesejahteraan umat,” ungkapnya.[]

Editor : Ihan Nurdin