76 Kepala Sekolah di Abdya Dilantik

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Abdya, Nyakseh, melantik 76 kepala sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di Kabupaten Abdya. Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdya di Blangpidie, Senin (16/3/2020).

Dari  jumlah tersebut, 9 di antaranya merupakan kepala TK, 54 kepala SD, dan 13 kepala SMP. Selain jumlah tersebut, juga tertera sebanyak 27 kepala sekolah yang dimutasi menjadi guru biasa (nonjob).

Dalam sambutannya Nyakseh mengatakan, mutasi kali ini merupakan hal penting demi terwujudnya kualitas atau mutu pendidikan yang lebih baik di masa mendatang.

“Penempatan ini merupakan perwujudan dari perhitungan konkret tentang kapasitas Saudara-Saudara yang dimutasikan hari ini adalah tepat dan sesuai dengan hasil evaluasi yang telah kami lakukan, sehingga tidak diragukan dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.

Ia menambahkan, mutasi bukan hal yang luar biasa tetapi merupakan hal yang mungkin dan kapan saja bisa terjadi sesuai kebutuhan formasi. Ini semua merupakan tujuan dan pada hakikatnya bagaimana menciptakan kualitas yang memadai dalam setiap elemen pembangunan dan termasuk di dalamnya membangun masyarakat Abdya ke depan lebih cerdas, serta mampu menciptakan sumber daya manusia sekaligus mengisi pembangunan secara menyeluruh dalam tatanan kehidupan kita di masa mendatang.

“Kita sadari bersama bahwa dunia pendidikan adalah tiang utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Untuk itu pelantikan para kepala sekolah pada hari ini memiliki tanggung jawab moral dan struktural sebagai garda terdepan demi terwujudnya cita-cita tersebut,” ujarnya.

Terakhir Nyakseh berpesan agar kepala sekolah sebagai pimpinan untuk meningkatkan profesionalitas guru di lingkungan kerja masing-masing. Selain itu, dirinya juga meminta agar terus menumbuhkan kedisiplinan dan tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang bisa mencederai nama baik guru.

“Suatu keprihatinan yang mendalam apabila guru yang merupakan profesi terhormat, melakukan pelanggaran disiplin pegawai, melanggar norma masyarakat, atau bahkan melakukan pelanggaran hukum. Seorang guru harus mampu menjalankan profesinya dengan baik, penuh dengan dedikasi dan tanggung jawab,” pesan Nyakseh.[]

Editor : Ihan Nurdin