Polisi Tangkap 6 Kurir dan Barang Bukti 1 Kg Sabu

Polisi menunjukkan barang bukti 1 kg sabu dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Selasa, 17 Maret 2020 @aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lhokseumawe menangkap enam tersangka kurir narkoba jaringan Malaysia pada Selasa, 10 Maret 2020 lalu. Barang bukti ditemukan 1 kg sabu yang dikemas dalam bungkusan teh Cina.

Wakapolres Lhokseumawe, Kompol Ahzann mengatakan ke enam tersangka berinisial SY (49), F (34), FR (37), MJ (39), dan MN (35) ditangkap dil okasi yang berbeda.

“Awalnya polisi menangkan SY dan F di dekat pondok pinggir pantai di di Gampong Hagu Barat Laut, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Selasa (17/3/2020).

Tersangka lainnnya, FR ditangkap di Bank BNI Lhokseumawe saat hendak mengambil uang hasil jualan sabu-sabu tersebut sebesar Rp600 juta. “FR diajak tersangka SY ketemu di Bank BNI Lhokseumawe untuk menyerahkan uang Rp600 juta. Di situ dia kita tangkap,” katanya.

Lalu polisi menyuruh FR menghubungi pemilik sabu-sabu tersangka BN dan menyatakan uang sudah ditransfer. FR dan BN ingin ketemu di Jalan KKA – Bener Meuriah. Namun saat hendak ditangkap petugas, BN berhasil melarikan diri.

“Si BN ini sudah masuk dalam daftar pencarian orang,” tegas Ahzan.

Pada 12 Maret 2020, sekitar pukul 01.00 WIB, polisi mengembangkan kepemilikan sabu-sabu itu. Informasi yang diterima, BN berada di sebuah rumah di Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Ternyata di rumah itu tidak ada BN, polisi hanya menemui pria berinisial MJ.

Saat dilakukan pengeledahan badan, petugas tidak menemukan barang bukti pada tersangka MJ. Kemudian petugas langsung lakukan interogasi awal, tersangka mengakui barang haram itu dititip pada tersangka MN yang ada di Gampong Mesjid Peuteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseuamwe.

Ahzan menjelaskan dengan bantuan Tim Dit Resnarkoba Polda Aceh langsung menuju ke lokasi tersebut dan pelaku berhasil diamankan. Ketika dilakukan penggeledah petugas tidak menemukan barang bukti pada tersangka MN.

“Saat diinterogasi MN mengakui barang bukti itu disimpan di rumah saudara pelaku di kawasan gampong di Gampong Blang Ara, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, lalu tim bergerak ke lokasi tersebut dan menemukan barang bukti 1 Kg sabu dan satu paket sabu seberat 22,38 gram/bruto dan satu buah timbangan digital,” katanya.

Ahzan menyebutkan menurut pengakuan MN, barang itu didapatkan dari AL yang saat ini berada di Medan (Sumatera Utara), lalu tim bergerak dan tersangka AL berhasil diamankan di Kota Medan. Dari pengakuan AL, sabu itu didapatkan dari bandar Malaysia berinisial D yang masuk DPO.

Dengan ini polisi berhasil menangkap enam kurir narkoba jaringan Malaysia dan menetapkan tiga DPO berinisial DN (bandar Malaysia), BN (perantara pembeli di Batam) dan TRP (pembeli lainnya). Akibat perbuatanya pelaku diancam dengan hukuman mati.[]

Editor : Ihan Nurdin