Pemerintah Aceh Siapkan Laboratorium Pemeriksaan Spesimen Covid-19

Plt. Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT, Sekretaris Daerah Aceh, dr Taqwallah, M.Kes, dan Kadinkes Aceh dr Hanief, meninjau Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Bakitbangkes) RI Aceh, yang sedang dipersiapkan sebagai laboratorium pemeriksaan spesimen Covid-19, di Kawasan Lambaro Aceh Besar, Minggu, 22/3/2020.

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Pemerintah Aceh terus melakukan upaya serius agar penularan virus Covid-19 tidak terjadi di Aceh. Berbagai upaya dilakukan agar memberikan pengaruh yang positif dan terukur termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat, melalui imbauan yang dikeluarkan sejak lima hari yang lalu. Hal ini dilakukan semata-mata ingin agar masyarakat Aceh aman dari Covid-19

Meski demikian, pihak Pemerintah Aceh, terus bekerja agar bisa merespons semua yang menjadi kecemasan masyarakat Aceh terkait maraknya virus mematikan ini di Indonesia. Demikian disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, yang juga sekaligus Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG).

Pantauan aceHTrend hari ini, Minggu (22/3/2020), Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Sekretaris Daerah Aceh, dr Taqwallah, M.Kes, dan Kadinkes Aceh dr Hanief, meninjau Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Bakitbangkes) RI Aceh, yang sedang dipersiapkan sebagai laboratorium pemeriksaan spesimen Covid-19, di Kawasan Lambaro Aceh Besar, Minggu (22/3/2020).


“Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk respons cepat untuk bisa melihat persiapan dan kesiapan kita, terkait laboratorium pemeriksaan spesimen Covid-19,” kata SAG siang tadi.

Sementara itu, menurut SAG, Orang Dalam Pengasawan (ODP) Covid-19 di Aceh kian bertambah. Hari ini dalam pantauan aceHTrend melalui situs www.dinkes.acehprov.go.id, dengan data terbaru yang diperbaharui pukul 08.00 WIB hari ini, jumlah ODP sebanyak 125 untuk seluruh Aceh. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 5 orang, dan Jumlah Covid -19 Lab Negatif sebanyak 12 orang. Untuk jumlah ODP terbanyak berturut turut ditempati oleh Aceh Utara (40), Aceh Timur (31), dan kota Bireuen (19).

Namun demikian, kata SAG, masyarakat diharapkan tenang namun perlu lebih waspada, salah satunya mematuhi Protocol Covid-19 yang diterapkan pemerintah pusat dan social distancing.

“Masyarakat tenang dan waspada saja. ODP bukan penderita Covid-19, tapi pernah ke daerah penularan Covid-19 di dalam atau luar negeri, dan ada riwayat demam, pilek, dan batuk,” terangnya.

Seperti diberitahukan sebelumnya, Menurut SAG, bertambahnya jumlah ODP tersebut menunjukkan adanya peningkatan kesadaran mereka yang pernah ke daerah penularan Covid-19 dan melapor kepada petugas fasilitas kesehatan di kabupaten/kota. Kesadaran diri tersebut modal paling efektif pencegahan penularan virus corona bagi orang terdekat dekat dan masyarakat di sekitarnya, urai SAG.

Ia menambahkan, mereka dalam status ODP seyogyanya beristirahat di rumah, tidak ke tempat-tempat orang berkumpul, dan tidak menggunakan kendaraan umum bila ke fasilitas kesehatan. Warung kopi, kafe, restoran, dan tempat-tempat umum lainnya harus dihindari. Masyarakat lainnya pun tidak lagi berkumpul di warung kopi, kafe, restoran, dan rumah makan, atau tempat umum lainnya karena memiliki risiko tinggi penularan virus corona.

“Beli makanan atau minuman untuk bawa pulang ke rumah, dan cuci tangan dengan sabun sebelum menikmatinya,” anjur SAG.[]

Editor : Ihan Nurdin