Bea Cukai Aceh Tangkap 12 Kilogram Sabu di Seunuddon

ACEHTREND.COM,Lhoksukon- Tim Operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) Bea Cukai Kanwil Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe dan Badan Narkotika Nasional (BNN), berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 12 kilogram. Barang haram itu berasal dari Malaysia dan dimasukkan ke Aceh melalui perairan Senuddon, Aceh Utara.

Isnu Irwantoro Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, dalam keterangannya menjelaskan, pihak Bea Cukai berhasil meringkus Syahril (28) di rumahnya di Senuddon, pada Selasa (24/3/2020) pukul 06.30 WIB bersama 12 bungkus sabu-sabu yang sudah dimasukkan ke dalam jerigen warna biru dan sudah ditanam ke dalam tanah.

“Dari keterangan Syahril, tim selanjutnya melakukan pengembangan kasus. Tidak berselang lama, kami
berhasil mengamankan Mahyiddin (33) pada siang hari. Pemuda yang diduga sebagai pengendali pengiriman barang ini juga berasal dari Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara,” ujar Isnu.

Isnu menjelaskan, penangkapan tersebut bermula dari informasi yang didapat oleh Bea Cukai pada Jumat (20/03/2020) bahwa akan ada pengiriman narkotika jenis sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur perairan Seunuddon, Aceh Utara.

Selanjutnya Bea Cukai Aceh menindaklanjuti dengan membagi tim menjadi dua yakni tim laut dan tim darat. Tim laut menindaklanjuti dengan melakukan patroli laut pada Ahad (22/03/2020) dengan menggunakan dua kapal patroli yakni BC 30004 kapal milik Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Tanjung Balai Karimun dan BC 15021 kapal milik Bea Cukai Kanwil Aceh. Kedua kapal tersebut melakukan patroli di seputaran lokasi yang diduga akan dilalui oleh kapal pengangkut barang haram itu. Namun diduga kapal tersebut melewati jalur lain dan telah sandar di pelabuhan tertentu.

Tim darat langsung bergerak menuju pesisir pantai sekitar Seunuddon. Namun tidak menemukan kapal target dan diduga telah bongkar muatan. Selanjutnya tim mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, hingga akhirnya dapat menyergap barang bukti narkotika di rumah pelaku di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara.

Atas penindakan sabu dengan taksiran nilai sebesar Rp18 miliar ini, tim gabungan Bea Cukai Kanwil Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe dan BNN ini setidaknya telah menyelamatkan lebih dari 24.000 anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika. Sedangkan perbuatan para tersangka dapat diancam dengan hukuman maksimal berupa hukuman mati sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Sebelumnya sinergi Bea Cukai Kanwil Aceh, Bea Cukai Kuala Langsa dan BNN juga telah berhasil mengamankan narkotika jenis sabu asal Malaysia seberat 18,87 Kg di Idi Rayeuk, Aceh Timur pada 13 Februari 2020. Penindakan secara kontinyu dan masif yang dilakukan Bea Cukai dan aparat penegak hukum lain merupakan bukti keseriusan Pemerintah dalam melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman narkotika” imbuh Isnu. []