Crisis Covid-19 di Aceh: Ketika Pedagang dan Pembeli Hati-hati

ACEHTREND, Banda Aceh- Memasuki hari kesepuluh pasca amaran Pemerintah Aceh meliburkan sekolah-sekolah di bawah kewenangannya selama dua minggu, terhitung mulai Senin, (16/3/2020) suasana kota Banda Aceh juga ikut mengalami perubahan, tidak terkecuali suasana pasar.

Dalam pantauan aceHTrend, Rabu (25/3/2020), suasana beberapa pasar di wilayah Kota Banda Aceh, seperti Pasar Aceh dan Pasar Keutapang, terlihat lebih sepi dibanding hari-hari sebelumnya. Para pedagang di pasar terlihat sangat hati-hati. Rata-rata mereka menggunakan pengaman berupa masker dan sarung tangan. Sesekali pedagang mengeluarkan candaan yang sekaligus edukasi kepada pembeli, untuk menjaga jarak dua meter ketika berada di pasar. Candaan itu disambut tundukan kepala oleh pembeli

Salah seorang pembeli, Khadijah (44), kepada aceHTrend, mengatakan, ia sempat was-was harus keluar rumah, karena khawatir terjebak di kerumunan orang di pasar. Namun karena bahan makanan dan beras sudah habis, ia pun terpaksa keluar rumah dengan sangat hati-hati. Khadijah mengakui hanya membeli beras, telur dan bumbu makanan termasuk bawang, cabai, tomat dan lainnya sewajarnya saja.

“Saya hanya beli apa yang saya perlu saja, Bang. Tidak mau beli berlebihan, khawatir masih banyak masyarakat yang membutuhkan, agar saudara-saudara kita juga mendapatkan,” kata Khadijah dengan nada suara yang rendah.

Pantauan aceHTrend di Pasar Keutapang, harga-harga bahan makanan dan bumbu, semisal bawang dan cabai masih di harga yang wajar. Cabai merah, bawang merah dan bawang putih, tetap di harga Rp. 28.000/kg. Sementara harga daging sapi masih di harga yang normal, sebesar Rp. 120.000/kg. Haraga sayur masyur juga masih normal

Kopi Versi Take Away

Sementara itu beberapa warung kopi di Kota Banda Aceh, terlihat ikut aturan pemerintah. Pengelola warung kopi yang cukup banyak dikunjungi milenials dan penikmat kopi seperti Morden Coffee dan Kapten Jack, terlihat tutup. Tapi mereka menerima pembelian take away.

“Kami ikut peraturan pemerintah, Bang,” kata Rahmad, pengelola Moorden Cafe Pango. “Kami ingin semua masyarakat bisa punya kesadaran untuk bisa di rumah dulu, agar tidak terinfeksi Covid-19, katanya lagi. Tapi para pelanggan bisa memesan lewat aplikasi pesan online,” katanya lagi.

Rahmat, pengelola Moorden Pango. [Hendra Syahputra/aceHTrend]

Selain itu, ia juga mengaku omset mereka memang mengalami penurunan sampai 50 persen.

“Sikap bagus dari pemerintah untuk mencegah sangat kita apresiasi, kami juga menanyakan kepada aparat gabungan tadi malam untuk memberikan izin buka, namun dengan pelayanan take away,” kata Rahmad.

Hal yang sama diakui Nanda pengelola Capten Jack Caffe. Ia mengatakan, kondisi libur akibat merebaknya virus Covid-19 di Indonesia, termasuk Aceh, memberi dampak serius.

Nanda, pengelola Captain Jack Coffee. [Hendra Syahputra/aceHTrend]

“Kami memberi respon positif pada Pemerintah atas keputusan ini, berharap semoga Covid-19, segera berakhir,” kata Nanda, penuh harap.[]

KOMENTAR FACEBOOK