Tips Tangkal Hoaks COVID-19, dari ISKI Aceh

ACEHTREND.COM, BANDA ACEH – Dengan memperhatikan perkembangan informasi di media sosial akhir-akhir ini terkait dengan isu penyebaran Virus Corona (Covid-19), Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Aceh menghimbau agar masyarakat Aceh bisa menggunakan media sosial secara cerdas.

Ketua ISKI Aceh, Dr Hamdani M. Syam, MA mengajak masyarkat untuk membangun kesadaran bersama untuk menggunakan media secara cerdas.

“Penggunaan media sosial tidak hanya memberikan dampak yang sangat positif terutama dalam melakukan interaksi baik secara sosial, politik maupun ekonomi. Penggunaan media sosial memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, baik teman, keluarga yang tidak memungkinkan dilakukan melalui bertatap muka karena faktor jarak. Namun apabila salah digunakan tentu tidak menutup kemungkinan akan memberikan keadaan yang sangat buruk buat diri kita semua,” katanya.


Menurutnya, masalah Corona banyak sekali dibahas dari berbagai sudut pandang sehingga memberikan keselisahan dan kepanikan yang begitu berat bagi pembaca.

Berikut ini beberapa himbauan yang disampaikan oleh Ketua ISKI Aceh, Dr. Hamdani M. Syam, MA dalam menangkal hoax terhadap persoalan informasi Covid 19. Himbauan ini ditujukan kepada Pemerintah Daerah, Kepolisian dan masyarakat Aceh lainnya.

Pertama, menghimbau kepada masyarakat Aceh tetap tenang, jangan terpengaruh dengan isu-isu yang berkembang di media sosial seperti WhatsApp, Facebook dan lain-lain yang bukan bersumber dari pemerintah. Masyarakat Aceh untuk tidak menshare informasi yang tidak jelas sumbernya dan saling menahan diri untuk tidak menggunakan narasi yang bertentangan dengan seruan pemerintah Aceh yang sedang menangani persoalan Covid 19 ini.

Kedua, bagi pemerintah Aceh, ISKI Aceh minta untuk memberikan informasi yang cepat dan tepat terkait perkembangan Covid 19 di Aceh. Biar tidak terjadi kekosongan informasi di tengah-tengah masyarakat, maka pemerintah Aceh harus selalu mengupdate informasi mengenai penyebaran Covid 19 di Aceh. Jika tidak ada kasus positif harus segera disampaikan agar masyarakat tidak terlalu khawatir dengan situasi ini. Agar masyarakat Aceh tidak resah dengan banyak berkembang informasi yang tidak jelas sumbernya lewat media sosial.

Ketiga, pemerintah Aceh perlu membentuk pengendali informasi terkait Covid 19. Dalam suatu krisis secara teori harus ada juru bicara tunggal apalagi di tengah akses informasi yang sangat terbuka dengan tersedianya kecanggihan teknologi informasi, di mana hampir setiap orang memilikinya dan merasa tahu sehingga dengan bebas mengshare ke Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, Youtube dan media sosial lainnya. Begitu juga para ilmuwan dan peneliti juga dengan bebas mengeluarkan pendapat, kadang itu bukan dalam bidangnya. Namun koordinasi informasi resmi sangat diperlukan melalui kerjasama dari berbagai pihak menjuru pada satu sumber informasi yang dikelola oleh pemerintah Aceh.

Keempat, untuk menangkal berita hoax yang dilakukan oknum tak bertanggungjawab dan bisa meresahkan masyarakat, pihak yang berwenang dalam hal ini Polda Aceh bisa menggunakan personel disiagakan untuk memantau dunia maya. Mereka bisa diberikan tugas untuk mempatroli media cyber untuk mencari informasi soal Covid 19. Jika ditemukan ada informasi yang bohong dan meresahkan masyarakat bisa segera ditindaklanjuti. Kalau masyarakat masih tetap membuat dan menyebarkan hoax ini, pihak kepolisian bisa menggunakan dasar hukum terkait sanksi pidana penyebar hoaks itu yakni undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Mari kita sama-sama berdo’a dan meningkatkan kadar keimanan kita kepada Allah Swt agar wabah Covid 19 cepat selesai di dunia ini supaya kita semua bisa beraktifitas kembali seperti biasanya. Masyarakat tetap tenang dan tidak panik agar selalu mematuhi himbauan pemerintah. Senantiasa berada di rumah masing-masing dan menjaga jarak fisik demi kesehatan dan keselamatan kita bersama.
 

KOMENTAR FACEBOOK