Cegah Persebaran Corona, Aktivitas di PPS Lampulo akan Dibatasi

Aktivitas di TPI Lampulo @aceHTrend/Taufan Mustafa

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Unit Pengelola Teknis Daerah Pelabuhan Perikanan Samudera (UPTD-PPS) Kutaradja Lampulo Banda Aceh sejauh ini belum menerima instruksi terkait penutupan aktivitas dermaga. Namun, upaya pencegahan Covid-19 terus dilakukan berupa sosialisasi dan membatasi aktivitas keramaian di dermaga.

Kepala UPTD-PPS Kutaradja Lampulo, Oni Kandi, saat dihubungi aceHTrend, Sabtu (28/3/2020), mengatakan, untuk penutupan PPS Lampulo, belum ada instruksi konkret dari pimpinan, untuk hari ini hanya akan dilakukan disinfektan.

“Untuk instruksi ditutup belum ada, cuma selama ini kita batasi untuk pelayanan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Semestinya kita terbitkan SPB itu setiap hari, untuk kali ini akan kita terbitkan seminggu dua kali. Untuk menutup aktivitas di PPS Lampulo itu belum ada instruksi dari pimpinan hingga saat ini. Mungkin nanti atau besok bisa saja ada instruksi lain, hingga dengan saat ini saya belum menerima instruksi itu,” katanya.


Menurutnya, aktivitas pelabuhan masih seperti biasa, tetapi pihaknya sudah melakukan sosialisasi baik melalui spanduk atau menggunakan pengeras suara untuk dikurangi.

“Tapi kita juga kan sebagai petugas harus melindungi diri juga, tidak bisa serta merta juga, kami juga sedang memesan APD untuk pelindung diri, mungkin Senin kalau APD-nya sudah sampai akan melakukan secara langsung ke lapangan,” katanya.

Oni menambahkan, untuk pemeriksaan lalu lintas keluar masuk itu juga belum dilakukan, lantaran alatnya masih dalam proses pemesanan, sehingga diprediksikan sampai Senin nanti.

“Alatnya masih kita pesan, kemungkinan optimalnya Senin, yang sudah kita siapkan adalah pencuci tangan, kemudian penyemprotan disinfektan, untuk hand sanitizer di pos pelayanan sudah ada,” katanya.

Karena keterbatasan alat seperti di tempat keramaian akan dibuat alat pencuci tangan dengan sabun.

“Saat ini kita juga sudah layangkan surat imbauan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan untuk menutup warung kopi yang ada dalam kawasan, tapi jikalau imbauan ini kemungkinan tidak diindahkan, itu kita akan berkoordinasi dengan aparat, kalau dalam hal ini ada Pol Airud dan pihak Keamanan Laut Angkatan Laut (KAMLA), mencari solusi apa yang harus dilakukan,” katanya.

Untuk penertiban, lanjutnya, bukan berarti harus ditutup juga, paling ada pengurangan aktivitas keramaian, seperti halnya di warung kopi. Kalau untuk perusahaan yang bekerja di dalam kawasan juga sudah disurati agar mengurangi aktivitas berlebihan.

“Untuk perusahaan juga sudah kita surati untuk melakukan pengurangan aktivitas seperti apa yang diinstruksikan oleh pemerintah,” katanya.

Oni mengatakan, bila PPS Lampulo ditutup total, itu artinya akan berdampak langsung dengan perekonomian masyarakat kecil, sehingga paling memungkinkan terus menyosialisasikan pencegahan Covid-19 secara maksimal.

“Kecuali nanti secara tegas diinstruksikan oleh pimpinan, untuk ditutup seluruhnya,” jelas Oni.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK