Kisah Relawan Memerangi Corona: Muhammad Ichsan Sang Penyemprot Disinfektan Tak Kenal Lelah

Muhammad Icsan @ist

MUHAMMAD ICHSAN, pemuda asal Gampong Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar adalah salah satu dari banyak relawan lainnya yang sedang berjuang dalam penanganan wabah virus corona atau Covid-19.

Pemuda kelahiran Aceh Besar, 1 Januari 1991 itu tergabung dalam lembaga Masyarakat Relawan Indonesia (MRI). MRI sendiri merupakan ujung tombak lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Indonesia. Ia bergabung dalam lembaga kemanusian itu sejak awal tahun 2017.

“Saya bergabung di relawan ini memang sudah lama. Sebelum ada cabang ACT di Aceh, dulunya saya bergerak di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Kemudian saat adanya cabang ACT, saya langsung bergabung, tepatnya pada awal tahun 2017 lalu,” ungkap Muhammad Ichsan kepada aceHTrend, Sabtu (28/3/2020).


Menjadi relawan di tengah merebaknya pandemi virus corona adalah tantangan besar yang harus dihadapi Ichsan dan rekan sejawat lainnya. Sebab, kala banyak orang menjauhi pandemi tersebut, Ichsan bersama rekannya, Akhi Munandar, justru terjun ke lapangan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai fasilitas umum yang sering dikunjungi oleh masyarakat. Namun, konsekuensi itu sudah ia pikirkan jauh-jauh hari saat memutuskan untuk terjun ke dalam dunia kerelawanan.

“Menjadi relawan memang sudah bawaan serta panggilan jiwa bagi saya. Karena saya ingin menebarkan kebaikan. Jadi apa pun yang kita kerjakan niat kita lurus karena Allah Swt,” jelasnya.

Menjadi salah seorang relawan yang berada di garda terdepan dalam penyemprotan disinfektan di ruang terbuka bukanlah mudah. Walaupun sudah menggunakan alat pelindung diri (APD), kadang-kadang rasa takut dan panik masih juga menyelimutinya.

Muhammad Icsan dan rekannya Akhi Munandar dengan peralatan kerja untuk menyemprot disinfektan di masjid @ist

“Ketakutan pasti ada, karena lumrahnya kita sebagai manusia. Namun sebagai seorang relawan, kita harus bisa mengambil sikap berani dan ilmu yang mapan dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, karena kita yakin masyarakat sangat membutuhkan kita saat ini. Bila kita berdiam diri, lantas siapa yang akan membantu mereka. Namun, yang sangat terpenting menjadi relawan itu harus ikhlas karena Allah. Karena keikhlasan dan niat yang lurus yang  akan membuat semangat juang kita bertambah walaupun diterpa badai ketakutan,” ulasnya.

Pemuda yang tidak lama lagi akan melepaskan masa lajang itu menyebutkan, selama ini dirinya bersama Akhi Munandar sudah siap melakukan penyemprotan sebanyak 46 titik. Masing-masing sesuai target mereka, yakni masjid, perkantoran, halte bus Transkotaradja, pesantren atau dayah, serta pangkalan ojek online.

Mereka pun jadi terbiasa memanggul tangki yang berisi belasan liter cairan setiap harinya.

“Dalam sehari itu rata-rata kita menghabiskan 20 tangki dengan volume 16 liter per tangkinya, karena tergantung luas area yang kita semprot. Tangki itu kita pikul sendiri bang,” ujarnya.

Relawan kemanusiaan itu bukanlah “superhero” seperti yang diceritakan di film-film. Sebab mereka juga memiliki orang-orang terdekat yang mereka sayangi dan perlu lindungi. Sebagai manusia yang memiliki ragam perasaan, Ichsan juga kerap dibayangi wajah kedua orang tuanya kala menjalani tugas-tugas kemanusian.

“Masya Allah, hampir setiap saat saya membayangi wajah keduanya. Apalagi beliau berdua sedang dalam pengobatan karena sakit. Jadi merekalah yang ebenarnya motivasi terbesar saya dalam berbuat kebaikan. Semoga kebaikan ini membuat keluarga kami terjauh dari api neraka dan segala keburukan,” harap Ichsan.

Di tengah pandemi ini, pemuda itu berharap agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan, imbauan serta instruksi dari pemerintah. Sebab, katanya, mencegah lebih baik dari pada mengobati.

“Saya berharap kepada masyarakat tetap berusaha melawan Covid-19 degan tetap menjaga kebersihan, jaga wudu, tingkatkan ibadahnya dan yang paling utama stay at home atau tetaplah berada di rumah. Biarlah kami para relawan dan paramedis membantu Anda di sini, dan Anda tetaplah bantu kami dengan tetap berada di rumah,” pesannya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK