Eksekutif dan Legislatif Aceh Utara Kompak Alihkan Dana Perjalanan Dinas Rp8,7 Miliar untuk Perangi Corona

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Eksekutif dan legislatif di Kabupaten Aceh Utara sepakat mengalihkan anggaran perjalanan dinas sebesar Rp 8,7 miliar untuk menangani wabah corona virus desease (Covid-10). Kesepakatan itu diputuskan dalam rapat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid–19 di Pendopo Bupati Aceh Utara, Minggu (29/3/2020).

Dalam rapat tersebut yang dihadiri Bupati H Muhammad Thaib dan Pimpinan DPRK Aceh Utara menyepakati pemotongan anggaran surat perintah perjalanan dinas (SPPD) tahun 2020 yakni SPPD Bupati, Wakil Bupati, Pimpinan DPRK, anggota DPRK, dan seluruh dinas.

“Pemotongan itu baik perjalanan luar daerah dan maupun dalam daerah,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 Aceh Utara, Andree Prayuda, kepada aceHTrend, Minggu (29/3/2020) sore.


Andree menyebutkan, dana tersebut akan digunakan untuk tambahan pengadaan peralatan kesehatan, termasuk alat pelindung diri (APD) petugas dan tenaga medis, biaya sosialisasi dan edukasi, serta kebutuhan darurat lainnya.

“Jika dilihat dengan perkembangan situasi dengan wabah ini, pengadaan peralatan kesehatan sangat penting dan urgen khususnya untuk paramedis, baik yang ada di rumah sakit maupun di puskesmas,” kata Andree.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap penularan wabah Covid-19 ini.

“Kami sangat mengharapkan masyarakat mematuhi setiap imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Baik itu imbauan sementara ini jangan dulu keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak,” kata Cek Mad.

Selain itu, dia meminta masyarakat juga memantau setiap penduduk yang baru pulang dari luar negeri maupun dari luar daerah. Jika yang bersangkutan belum melapor kepada geuchik setempat atau memberitahukan bersangkutan untuk melapor.

Selain itu, Cek Mad berharap adanya kerja sama dan itikad baik dari pihak keluarga ODP maupun PDP, agar memberikan keterangan yang jujur dan yang sebenarnya kepada paramedis atau kepada petugas. Terutama terkait dengan riwayat perjalanan atau riwayat sakit, jika ODP tersebut dalam kondisi sakit.

“Hal ini sangat penting demi kemaslahatan dan keselamatan kita bersama, baik pihak keluarga maupun seluruh masyarakat kita,” pungkasnya.[]

Editor : Ihan Nurdin

KOMENTAR FACEBOOK