Semprotan Disinfektan Penumbuh Harapan dari MRI Bireuen

ACEHTREND.COM,Bireuen- Suasana pusat Kota Bireuen tidak begitu ramai. Sejak adanya imbauan dari pemerintah setempat agar tidak adanya kerumunan, sejumlah warung kopi mulai berjualan dengan pelayanan terbatas. Semakin hari, bertambah banyak warga yang mulai khawatir bila covid-19 telah diidap oleh warga Aceh.

Di salah satu warkop, sejumlah anak muda yang terlihat masih agak lelah, duduk sembari berdiskusi. Entah apa yang dibicarakan. Salah seorang di antara mereka menegur aceHTrend. Sembari tersenyum aceHTrend mengangguk.

“Mereka baru saja melakukan fogging disinfektan di sebuah mesjid,” kata Rahmat, dosen Universitas Almuslim,Senin (23/3/2020). “Mereka anak-anak muda hebat,” tambahnya lagi sembari menyeruput kopi panas.

Relawan MRI Bireuen melakukan penyemprotan disinfektan di halaman Mesjid Agung Bireuen. [Ist]


Anak-anak musa itu adalah relawan pada lembaga Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bireuen, yang berada di bawah naungan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lhokseumawe.

Sejak 23 Maret 2020, kesibukan mereka bertambah. Secara swadaya, MRI Bireuen melakukan penyemprotan disinfektan pada sejumlah mesjid di Kota Bireuen. Lapas Kelas II B Bireuen ikut mereka sambangi dan semprot.

Nazariani, Pj Ketua MRI Bireuen menyebutkan mereka telah melaksanakan penyemprotan disinfektan di area Masjid Agung Bireuen, Meunasah Kulah Batee, pada hari Minggu, 22 Maret 2020. Sedangkan pada hari selanjutnya, penyemprotan dilaksanakan di Lapas Kelas IIB Bireuen dan Masjid Al-Amin Pulo Ara. Kala itu mereka masih punya agenda melakukan penyemprotan di seputaran alun-alun tugu Kota Juang Bireuen dan beberapa mesjid lainnya.

“Penyemprotan ini dilakukan untuk mencegah terjangkitnya covid-19. Meskipun di Kabupaten Bireuen seperti yang kita ketahui belum ada yang positif corona, tetapi kita patut mewaspadai,” ujar Nazariani.

Aksi sosial itu tidak ada yang meminta. Tapi inisiatif yang lahir untuk memberikan kontribusi nyata di tengah ancaman covid-19 yang sedang melanda dunia. Bireuen, sebagai kota transit juga berpotensi dijangkiti. “Makanya kami fokus pada mesjid yang ada di dalam kota. Karena berpeluang disinggahi ODP, PDP maupun orang-orang yang pernah kontak dengan mereka,” terang Teuku Qadarisman, salah seorang pegiat di MRI Bireuen.

Relawan MRI Bireuen melakukan penyemprotan disinfektan di fasilitas publik. [Ist]

Apakah secara fasilitas, relawan MRI dilengkapi APD yang memadai? Qadarisman mengatakan bahwa seluruh tim MRI dilengkapi APD yang lengkap. Mereka tetap mengutamakan keselamatan diri. “Iya, kami melengkapi diri dengan alat dan pakaian kerja yang sesuai standar,” kata Qadarisman.

Banyak orang yang memberikan apresiasi kepada MRI Bireuen. Dengan adanya aksi penyemprotan disinfektan, minimal warga merasa lebih aman.

“Anak-anak muda keren. Aksi mereka membuat kita semua nyaman beribadah di mesjid. Minimal sudah ada pencegahan dini,” ujar Azhar, yang juga pernah sangat aktif mengadvokasi Bireuen kala masih berkhidmat di LSM.

KOMENTAR FACEBOOK