Dukung Uji Covid-19 di Unsyiah, DPRA akan Surati Menteri Terkait

Anggota DPRA Rizal Fahlevi

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Komisi V DPRA sangat mendukung upaya Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang menjadikan salah satu laboratoriumnya sebagai tempat untuk menguji COvid-19. Apa pun kedalanya, DPRA akan mencari solusi bersama agar wabah yang penularannya sangat cepat ini bisa segera diatasi.

“Kita mendukung kalau Unsyiah sudah siap. Sebenarnya dari awal kita mengharapkan Unsyiah jadi leading dalam hal kesehatan, karena salah satu universitas yang kredibel kalau di Aceh, Unsyiah salah satunya. Dan kita sebenarnya dari awal mendorong Unsyiah untuk bisa mengambil peran itu,” kata Ketua Komisi V DPRA, Rizal Fahlevi, saat dihubungi aceHTrend, Selasa malam (31/3/2020).

Baca: Unsyiah Pastikan Siap Menjadi Tempat Pengujian Tes Covid-19

Ia mengatakan, terkait SK rekomendasi dari kementerian terkait agar Unsyiah bisa segera melakukan uji swab yang masih dalam proses, pihak DPRA akan mencoba melakukan komunikasi langsung dengan Jakarta.

“Kemarin Ketua DPRA juga sudah menyampaikan, bahwa kita akan mendukung dan akan melakukan komunikasi dengan pihak pusat untuk segera dikeluarkan rekomendasi untuk lab Unsyiah itu, sebagai tes positif atau tidak positifnya Covid-19 dan kita harap Pemerintah Aceh mendukungnya,” kata Fahlevi.

Menurutnya, Pemerintah Aceh selama ini, yaitu Plt Gubernur Aceh juga dari almamater yang sama di Unsyiah, seharusnya membuka ruang seluas-luasnya kepada Unsyiah.

“Apa pun yang menjadi kendala harus di-support, karena ini untuk menyelamatkan nyawa manusia, bukan main game,” katanya.

Terkait kebutuhan APD yang akan digunakan oleh tenaga medis, lanjut Fahlevi, pihak Pemerintah Aceh sudah menerima APD dari pusat, kalau misalnya Unsyiah sudah siap bekerja Pemerintah Aceh harus mendukungnya.

Support salah satunya adalah dari APD itu, dan kita sangat mengharapkan bahwa APD itu segera tertangani, jangan ada kendala lagi dengan APD. Kalau kita dari DPRA, sejak awal pertama sudah meminta Pemerintah Aceh membahas bersama apa kendalanya, tapi sampai hari ini masih hanya wacana,” sebutnya.

Pemerintah Aceh, sambungnya, harus segera duduk dengan DPRA untuk membicarakan kendala-kendala itu.

“Kalau misalnya masalah keuangan, ayo kita bahas kembali APBA murni agar segera dicairkan untuk penanganan Covid-19. Karena kita bicara keselamatan nyawa rakyat Aceh jauh lebih penting dari apa pun itu,” katanya.

Ia menambahkan, menindaklanjuti rekomendasi uji covid-19 di Unsyiah, kemungkinan besar Ketua DPRA akan menyurati kementerian dan berkomunikasi langsung.

“Saya juga telah sampaikan kepada Ketua DPRA untuk menyurati kementerian agar segera dikeluarkan izin untuk Unsyiah. Dari Komisi V sendiri, kami sudah mendukung langsung, termasuk Ketua DPRA juga sudah menyampaikan kepada Rektor Unsyiah, terkait apa pun kendala, kita akan dukung dan mencari solusi bersama,” katanya.[]

Editor : Ihan Nurdin