Pemerintah Aceh Akan Evaluasi Penerapan Jam Malam

Jubir Covid-19 Aceh Saifullah Abdul Gani.

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Pemerintah Aceh melakukan evaluasi menyeluruh tentang kebijakan terkait penanggulangan Covid-19 yang telah dilakukan selama tiga bulan terakhir (Januari-Maret) dalam rapat bersama yang digelar di ruang Sekretaris Daerah Aceh, Jumat malam (3/4/2020).

Juru Bicara Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), mengatakan evaluasi juga menyangkut upaya meningkatkan ketertiban kehidupan masyarakat dengan mempertimbangkan pembatasan sosial sebagai respons darurat, salah satunya dengan Maklumat Bersama Forkopimda Aceh tanggal 29 Maret 2020 tentang Penerapan Jam Malam.

Terkait penerapan jam malam tersebut, SAG mengatakan bahwa maklumat tersebut pada dasarnya telah sesuai dengan Keppres Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Keppres Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), juga Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2010 tentang Kesehatan.

“Sampai saat ini, kebijakan jam malam tersebut di atas menjadi pro dan kontra di tengah masyarakat. Sebagian masyarakat menganggap kebijakan ini sangat bermanfaat dalam upaya pemutusan mata rantai penularan Covid-19. Namun, sebagian masyarakat lainnya mengeluh bahwa Maklumat Penerapan Jam Malam berdampak negatif terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima aceHTrend, Jumat malam (3/4/2020).

Sampai malam ini katanya, Maklumat Penerapan Jam Malam masih berlaku sebagaimana disepakati oleh Forkopimda pada tanggal 29 Maret 2020.

Terkait dengan hal tersebut, pada 31 Maret 2020, Pemerintah Pusat telah mengeluarkan PP Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Terkait PSBB tersebut, Pemerintah Aceh akan melakukan evaluasi terhadap Maklumat Penerapan Jam Malam dalam waktu 24 jam ke depan. Pemerintah Aceh akan menyepakati kembali hasil evaluasi tersebut di atas dengan Forkopimda Aceh untuk diambil langkah-langkah selanjutnya.

Kebijakan berikutnya akan berpedoman pada PP Nomor 21 Tahun 2020, dan hasil kesepakatan Forkopimda Aceh segera diumumkan dalam waktu 24 jam.

“Bersamaan dengan itu Pemerintah Aceh mengimbau masyarakat untuk tetap tinggal di rumah, ibadah di rumah, belajar di rumah, bekerja di rumah, serta menerapkan kaidah-kaidah menjaga jarak antarsesama (physical distancing),” ujarnya.

Pemerintah Aceh juga mengimbau agar tetap menjaga persatuan, kesatuan, dan kekompakan serta kerja sama semua elemen untuk memerangi Covid-19. Diimbau juga untuk berhati-hati dan bijak dalam mengonsumsi berita dari media sosial yang belum tentu kebenarannya.

“Mari kita bersama-sama berdoa kepada Allah Swt agar senantiasa menjaga dan melindungi kita dari segala marabahaya serta wabah ini cepat berlalu,” ujarnya.[]

Editor : Ihan Nurdin