IPPEMAS: Pemilihan Kepala BPKS Jangan Dijadikan Bahan Gurauan

Sekjen IPPEMAS Zeary Saputra, S.E

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Berdasarkan pengumuman Nomor: 04/TIMSEL/BPKS/2020 tanggal 30 Maret 2020 tentang Hasil Seleksi Calon Manajemen BPKS yang ditandatangani Ketua Tim Seleksi, Teuku Ahmad Dadek, dari 15 kandidat calon kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), ternyata tidak ada satu pun yang dinilai layak.

Alasannya, tidak memenuhi syarat maksimal atau memiliki total nilai ambang batas minimal 80. Ini sangat disayangkan, mengingat banyaknya dana yang telah dikeluarkan dalam penyeleksian ini.

Padahal, mereka telah mengikuti serangkaian tes. Mulai dari seleksi administrasi, asesmen (penilaian kemampuan calon), hingga wawancara khusus (fit and propertest) dengan penasihat BPKS Adnan Ganto di rumah pribadinya di Jakarta, Desember 2019 lalu.

Dengan tidak ada seorang pun yang dinilai memenuhi syarat, Teuku Dadek berencana menggunakan sistem hunting head.

“Ya benar, selanjutnya akan kami pertimbangkan suasana dulu. Tidak mudah mencari kepala BPKS yang profesional sesuai standar. Nanti akan kita pikir dengan sistem hunting head. Kami panggil yang dianggap berkualifikasi untuk kita tes secara profesional head to head. Tapi, ini masih rencana belum kami konsultasi dengan Plt. Gubernur Aceh,” jelas Teuku Ahmad Dadek sebelumnya.

Terkait dengan hal di atas, Sekjen Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Sabang (IPPEMAS) Zeary Saputra SE berharap ajang pemilihan ketua BPKS tidak dijadikan bahan gurauan, karena menurutnya ini adalah keputusan penting untuk kemajuan Aceh khususnya Kota Sabang.

“Kita mengharapkan yang terbaik terhadap keputusan tentang siapa kepala BPKS nanti. Selaku putra Sabang kita menginginkan kepala BPKS adalah orang yang betul-betul paham tentang Kota Sabang sehingga dapat mengembangkan potensi yang terdapat di dalamnya,” ujar Zeary Saputra melalui siaran pers, Minggu malam (5/4/2020).

Organisasinya kata Zeary akan terus mengikuti perkembangan mengenai pemilihan kepala BPKS karena dianggap sangat berpengaruh untuk perkembangan Sabang ke depan.[]

Editor : Ihan Nurdin