[Ruang Semangat]: Kekal Produktif Meski #DiRumahAja

Oleh Fatimah Zuhra

Tidak terasa sudah lebih dua pekan kita diminta agar tetap #DiRumahAja. Nikmat bagi para pejuang rebahan, musibah pula buat si petualang. Lol

Waktu 24 jam yang dulunya terasa sangat singkat kini malah terasa sangat lama dan panjang. Kalian merasakan hal yang sama juga? Tenang, karena hari ini aku akan berbagi sekilas life-routine yang bisa kalian coba selama #DiRumahAja dan bagaimana agar kita bisa tetap produktif meski tidak bisa keluar rumah dulu.


By the way, tips ini aku dapatkan dari hasil bacaan beberapa artikel tentang “hidup tenang melawan pandemi”, kemudian aku praktikkan di rumah. hehe.. (search di Google, kalian akan menemukan lebih banyak tips lainnya).

Jadi, begini kira-kira kegiatanku sepanjang #DiRumahAja. Jika kalian sahabat antirebahan, maka life-routine ini bisa kalian coba:

Bangun pukul 5.00 Pagi / tidak tidur setelah salat Tahajud

Bagi umat muslim khususnya, hal ini mungkin sudah menjadi kebiasaan kita bahkan sebelum wabah Korona melanda. Islam sendiri sebetulnya telah memperingatkan umatnya bangun pagi, bahkan mulai dari sepertiga malam. Dalam hadistnya, ﷴ ﷺ mengingatkan umatnya untuk memaksimalkan ibadah pada ﷲ di malam tersebut.

“Rabb kita turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’.” (HR. Bukhari).

Penting sekali untuk tidak bergadang di malam hari karena bergadang membuat kita susah bangun pagi. Akui saja, seberapa sering kita kesiangan bangun gara-gara bergadang malam? Nah, aku pribadi sangat disiplin menyangkut hal bangun pagi. Bukan karena rajin, melainkan karena aku bisa menjadi manusia paling “mager” (baca: malas gerak) jika bangunnya kesiangan. Akibatnya, to-do-list yang seharusnya aku kerjakan di hari yang sama malah menjadi tomorrow-will-do-list. Aduh, jadi ribet urusannya! Maka jika kalian seperti aku juga, usahakan agar tetap bangun di awal pagi ya. 😉

Olahraga, beresin kasur, beresin rumah, masak, nyuci, mandi, sarapan.

Iya, kalian tidak salah baca kok. Untuk menjadi produktif harus dimulai dari jam bangun pagi pertama. (Bukan jam bangun setelah tidur lagi ya) hehee..

Bagi kita yang masih dilanda dilema kuliah daring, poin nomer dua ini penting untuk menjamin kita tetap aktif di forum diskusi online (baca: kuliah daring) seawal pukul 7.45 WIB. Aku penasaran, apakah kalian pernah kuliah daring pada pukul 7.45 WIB dengan masih mengenakan piyama, tidak mandi, dan masih rebahan? Jika iya, sama! dulu aku juga pernah. Wahaha.. 

Menjelang beberapa hari lockdown, aku yang memang bukan anak rumahan mulai bertingkah seperti cacing kepanasan. Bagaimana tidak, aku sangat anti yang namanya rebahan apalagi kasur. Kasur menjadi musuh ketatku selama kuliah. Menurutku, semakin empuk kasurku, semakin besar pula peluang aku untuk rebahan lebih lama. Oh nO! Solusi, solusi, hmm..

Masih pada poin yang sama, bangun subuh -> beresin kasur -> olahraga (boleh deh yang ini opsional) -> beresih rumah (nyapu, masak, nyuci) -> mandi (yang ini wajib) -> DUDUK di hadapan layar laptop/hp. (Duduk ya, bukan rebahan, bukan juga berantakin kasur lagi).

Percayalah, jika kalian berhasil bangun seawal pukul lima subuh tadi, kalian juga insyaallah bisa menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum pukul 7.45 WIB. Kalau perlu, sekalian pakai baju formal seperti ke kampus. Serius, auranya bakalan beda dan kita akan lebih ready untuk belajar, apalagi jika harus presentasi. Oh iya, jangan skip sarapan ya. Tubuh kita perlu energi supaya otak dapat mencerna pelajaran dan lengket lebih lama di ingatan. Sudah berasa seperti hari perkuliahan biasa? Lol

Salat Duha, Qailullah (istirahat sebentar menjelang zuhur)

Nah, bagi kalian yang tidak ada jadwal kelas online setelah fajar naik, jangan skip salat Duha, ya. Ingat, setelah selesai kuliah di jam pagi, masih banyak loh aktivitas yang bisa kita lakukan dalam waktu yang masih panjang. Oleh karena itu, di sela-sela waktu pagi kita dianjurkan salat Duha untuk memohon keberkahan menjalani hari-hari ke depannya juga keberkahan rezeki. Enak ya, saat di rumah saja rezeki tidak putus, karena kita juga tidak putus meminta pada yang Mahakaya. Alhamdulillah.

Lanjut. Bangun pagi sudah, beresin kasur sudah, masak dan sarapan juga sudah, mandi sudah, kuliah jam pertama selesai, salat Duha sudah, hmm tapi kok masih siang…? (bantu jawab: “Karena kemarin-kemarin kamu kesiangan bangunnya” :’) Hehe

Baik, sebelum lanjut produktif, kita qailullah dulu ya. Seperti penjelasan pada poin ketiga, qailullah adalah istirahat siang sekitar 10–20 menit menjelang waktu zuhur. Dilansir dari makasar.tribunnews.com, umat Islam mengenal manfaat qailullah dari penjelasan Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin, “Hendaklah seseorang tidak meninggalkan tidur yang sekejap pada siang hari karena ia membantu ibadah pada malam hari.” Menurutnya, qailullah yang paling baik adalah sebelum Zuhur. Sedangkan sebagian sahabat Nabi, ada juga yang melaksanakan qailullah setelah Zuhur.

Hasil penelitian di City University of New York, pada tahun 2010, menemukan, orang yang biasa tidur siang dengan waktu 10–20 menit, memiliki daya ingat yang lebih tajam dibandingkan orang-orang yang tidak melakukannya. Namun, jika tidurnya terlalu lama, justru bisa menimbulkan masalah. (makassar.tribunnews.com)

Nah, kapan lagi coba bisa tetap menajamkan pikiran sambilan rebahan? Eh, tapi jangan tidur terlalu lama ya. Niatkan qailullah sementara menunggu masuknya waktu salat Zuhur. 😊

‘NUGAS’: Atur posisi duduk > Laptop di depan > jauhin Hp (buka WA web saja kalau perlu) > jaringan kencang > buku referensi > camilan/snack (opsional) > Bahan bacaan favorit.

Alright, semakin siang semakin dapat nih ritmenya. Lol.. Sekarang sudah sampai fase paling “mager” mau ngapa-ngapain jadi malas aja. Padahal tugas sudah lama meronta-ronta minta diselesaikan segera. Aduh! Aku sendiri belum bisa sepenuhnya melawan kemalasan yang satu ini. ‘Nugas’ adalah salah kayu ukur produktif-tidaknya kita sebagai mahasiswa. Sanggup tidak sanggup, pekerjaan satu ini wajib kita lakukan demi kemaslahatan nilai. Lol candaaaa.. Dari poin di atas, dua hal paling penting yang harus kita perhatikan ketika mengerjakan tugas adalah posisi duduk dan posisi hp.

Saat mengerjakan tugas, social distancing dengan hp sangat perlu dijaga, demi memastikan kita tidak terkecoh sama notifikasi yang tidak penting, dan ketagihan men-scroll ‘sosmed’ sehingga berjam-jam. Nah, alternatif lain yang bisa dilakukan saat jenuh dengan tugas adalah membaca bahan bacaan favourite.

Gantikan perilaku “pegang hp” dengan “pegang buku”. Buku yang aku maksud di sini bukan buku ilmiah ya, melainkan novel, komik, atau bahan bacaan ringan yang lebih santai. Tujuannya untuk mengurangi stres saat terlalu lama mengerjakan tugas, tetapi tidak juga langsung mencapai hp dan mengabaikan tugas yang masih belum sepenuhnya selesai.

“Me time”

Produktif tidak harus selalu tentang bekerja keras dan menghasilkan sesuatu dalam jumlah yang banyak. Sementara masih bisa #diRumahAja, mari luangkan waktu “me time” untuk melakukan hal-hal yang disukai. Hmm.. kapan ya kira-kira? Nah, karena aku biasanya menjadikan “me time” sebagai rewards setelah selesai mengerjakan tugas, maka “me time”-nya aku itu biasanya sore. (kalian bisa kapan saja, fleksibel 🙂

Rewards sekalian “me time” akan lebih nikmat apabila pikiran kita tenang dan tidak dihantui tugas. Maka, aku akan mengerjakan tugas setelah selesai kuliah daring (jika ada jadwal kuliah siang) dan beristirahat alias “me time” di sore hari.

Hal apa saja yang bisa kita lakukan di waktu “me time” ini? Terserah. Lakukan apa saja yang membuatmu senang. Misalnya seperti mencoba resep baru, bermain games bersama keluarga, menonton filem seru, video call dengan sahabat jauh dan seperti yang sedang aku lakukan sekarang, menulis! Hehe..

Tulis schedule buat besok

Sadar tidak sadar, udah mau menjelang malam saja. Malam adalah waktu yang tepat untuk restore energi buat besok pagi. Oleh itu, sebaiknya makan malam dipercepat saja karena kita akan memanfaatkan sedikit waktu ba’da Isya untuk lanjut mengerjakan tugas, dan tidur sebelum jam “Cinderella”. (baca: pukul 12:00 malam) wkwkwk

Tidak mesti bergadang, tugas kampus juga bisa dikerjakan secara berkala tanpa harus menunda-nunda. Ingat, jika kita tidak menunda suatu pekerjaan, maka kita akan selalu ada waktu mengerjakannya.

Tuliskan apa-apa saja yang akan kita lakukan besok, pada buku catatan harian. Misalnya tugas apa saja yang harus diselesaikan, jam kuliah online, menu masakan yang ingin dimasak, buku yang ingin dibaca dan lain sebagainya. Jika mau, tuliskan juga waktu kalian akan melakukannya.

Sangat penting untuk selalu punya jadwal harian yang teratur. Maka dengan demikian, kita akan kekal produktif kapan pun dan di mana pun kita berada. Al hasil, tugas kelar, kuliah lancar, dan segera pandemi pun usai, insya-ﷲ!

Intinya, tenanglah wahai sahabat antirebahan. Tidak usah panik, tidak perlu ambyar, karena kita tetap bisa produktif meski tidak diperbolehkan keluar! Jadi untuk sekarang, produktif #DariRumahAja dulu, ya! 😊

Penulis adalah mahasiswa Jurusan Psikologi UIN Ar-Raniry

Editor : Ihan Nurdin

Program ini terselenggara atas kerja sama media online aceHTrend, KPI UIN Ar-Raniry, Gramedia, dan PT Trans Continent.

KOMENTAR FACEBOOK