Kedapatan Isap Sabu, Petani Asal Tangan-Tangan Abdya Diringkus Polisi

Tersangka ES dan barang bukti @ist

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Petani asal Gampong Bineh Krueng, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berinisial ES (28) harus berurusan dengan pihak kepolisian setempat.

Ia berhasil diringkus Satres Narkoba Polres Kabupaten Abdya saat sedang mengisap narkotika jenis sabu-sabu pada Selasa sore (7/4/2020) di salah satu ruangan SMK di Gampong Suak Nibong, Kecamatan Tangan-Tangan.

“Sekolah itu kan sudah tidak terpakai, jadi menurut informasi yang kita dapatkan, di tempat itu sering digunakan untuk melakukan transaksi narkotika jenis sabu oleh para pelaku penyalahgunaan barang haram tersebut. Kemudian anggota kita langsung melakukan penyelidikan untuk memastikan informasi itu,” ungkap Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK dalam siaran pers yang diterima aceHTrend, Rabu (8/4/2020).

Setelah kebenaran informasi itu didapatkan tambah Kapolres, kemudian tim Satres Narkoba Polres Abdya yang dipimpin Kasat Narkoba, Ipda Mahdian Siregar langsung menuju ke lokasi guna melakukan penggerebekan terhadap pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

“Saat anggota kita melakukan penggerebekan, waktu itu pelaku ES berada di dalam ruangan sekolah dan mencoba untuk melarikan diri. Kemudian anggota kita langsung melakukan pengepungan dan berhasil meringkus ES bersama dengan barang baukti,” ujar Kapolres.

Setelah ditangkap, dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa 10 paket narkotika jenis sabu seberat 5,76 gram, satu kaca pirek, satu alat hisap sabu atau bong, satu korek api, satu tas kecil, satu potong kertas rokok merek Sampoerna Mild untuk merapikan sabu dan satu buah handphone merk Samsung warna hitam.

“Sekarang pelaku bersama barang bukti sudah kita amankan di Mapolres Abdya guna proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkas kapolres.

Atas perbuatannya, ES dijerat dengan pasal 112 ayat (1) sub Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan paling lama 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar.[]

Editor : Ihan Nurdin