KPP Bea Cukai Langsa Hibah 5.070 Karung Bawang Bombay untuk Masyarakat

Wakil Walikota Langsa, Dr. H. Marzuki Hamid, MM., saat menerima hibah bawang bombay, Kamis (9/4/2020). [Safrizal/aceHTrend]

ACEHTREND.COM,Langsa- Kepala Kantor Pengawasan, Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Kuala Langsa, Tti Hartana, Kamis (9/4/2020) menyerahkan bawang bombay sebanyak 5070 karung untuk masyarakat. 1853 karung di antaranya dihibahkan melalui Pemko Langsa, yang diterima oleh Wakil Walikota, Dr. H. Marzuki Hamid, MM. Selain itu, Pemkab Tamiang mendapat jatah 2600 karung serta IAIN Cot Kala Langsa 635 karung.

Tri Hartana mengatakan, semua bawang bombay hasil sitaan tersebut dihibahkan untuk masyarakat miskin, setelah terbitnya hasil laboratorium bahwa bawang tersebut bebas Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan bebas cemaran.

“Bawang hibah untuk masyarakat miskin ini sudah melalui proses karantina dan dinyatakan bebas OPTK dan cemaran. Semoga dapat membantu meringankan beban rakyat miskin di sini,” ujar Tri Hartana pada seremonial serah terima bawang bombay di Kantor KPPBC TMP C Kuala Langsa.

Wakil Walikota Langsa , Dr. H. Marzuki Hamid, MM, mengatakan, bawang bombai yang diserahkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kuala Langsa, akan disalurkan kepada masyarakat miskin.

“Apalagi, menjelang bulan suci Ramadhan, pasti barang – barang tersebut sangat bermanfaat bagi mereka,” sebut Marzuki Hamid.

Selain itu, Marzuki Hamid mengapresiasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Aceh dan KPPBC TMP C Kuala Langsa. Di tengah wabah covid-19 pihak Bea Cukai masih tetap menjalankan tugasnya sehingga berhasil mengungkap beberapa kasus penyeludupan di wilayah Langsa.

Pada kesempatan itu, Wakil Walikota berharap kepada semua pihak khususnya para importir, di tengah wabah virus corona atau covid-19, jangan ada yang memanfaat situasi untuk memasukkan barang ilegal.

“Karena dalam situasi seperti ini sangat sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan lain tak hanya impor barang ilegal termasuk penyelundupan barang-barang haram seperti narkoba,” katanya.[]