[Ruang Semangat]:Berliterasi & Berolahraga Selama di Rumah Aja

Oleh Banta Johan

Apa kabarnya sahabat semua? Semoga dalam keadaan baik-baik saja dan masih tetap semangat dalam masa-masa sulit kita selama pandemi virus covid-19 ini. Pemerintah mengimbau kepada kita untuk sementara ini berada di rumah masing-masing guna memutus mata rantai penyebaran virus ini dan saya kira adalah langkah yang ampuh, bukankah mencegah selalu lebih baik daripada mengobati?

Percayalah bahwa cepat atau lambat masa-masa sulit ini akan kita lewati bersama dan akan ada hikmahnya yang mungkin belum mampu kita pahami sekarang ini. Kita harus optimis terhadap masa depan dengan tetap berpikir positif sembari melakukan hal-hal yang berguna atau bermanfaat baik untuk diri kita sendiri maupun kepada orang lain.

Nah, pada kesempatan ini saya akan bercerita tentang keseharian saya selama masa imbauan untuk tetap berada di rumah. Ada banyak sekali kegiatan yang bermanfaat yang dapat kita lakukan di rumah selain rebahan sambilan bermain gadget, terus scroll sosial media yang tidak akan ada habisnya. Salah satunya adalah literasi. Secara sederhana literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Saya bersyukur mempunyai kegemaran berliterasi, saya selalu lapar akan bacaan dan terkadang juga suka menulis pikiran-pikiran saya maupun keresahan jiwa, karena menurut saya setiap emosi harus dikeluarkan dengan cara yang positif dan menulis adalah salah satunya.

Saat masih usia sekolah saya pernah merasa minder karena sering diejek oleh teman-teman sekolah sebagai seorang “kutu buku”. Tetapi sekarang saya merasa bangga karena sadar akan manfaat yang diperoleh dari literasi. Lihatlah bagaimana laparnya tokoh-tokoh dunia seperti Bill Gates, Warrent Buffect, Mark Zuckerberg akan buku yang selalu mereka baca dan ini adalah salah satu alasan di balik dari kesuksesan mereka. Dalam agama kita pun perintah pertama yang turun adalah literasi yaitu melalui Surah Iqra’ yang bunyi pertama dengan kata bacalah. Maka salah satu alasan mengapa bangsa kita belum mampu untuk menjadi negara maju adalah karena tingkat literasi yang rendah sekali.

Nah, selama masa stay at home, saya selalu menyempatkan diri untuk membaca buku 1 sampai 2 jam setiap harinya. Berbagai jenis buku bacaan yang saya sukai baik fiksi maupun non fiksi. Saya merasa senang karena selama masa membatasi diri, mempunyai waktu untuk membaca buku yang saya beli tetapi belum sempat dibaca. Bagi saya membaca itu nikmat sekali, ini seperti memberi makanan kepada pikiran Anda apalagi jika itu bacaan yang bermutu atau bagus.

Malamnya, menjelang tidur saya menyempatkan diri menulis apa saja yang ada dalam pikiran. Semua saya tuangkan dalam tulisan. Ini seperti melepaskan beban pikiran dan emosi yang saya rasakan. Biasanya setiap malam pikiran kita lebih jernih dan memikirkan banyak hal dan juga saya merenung atau semacam mengevaluasi diri. Banyak ide-ide yang muncul di kala keheningan malam.

Sementara itu saya juga masih sempat mengecek sosial media untuk mengetahui berita-berita terbaru. Namun saya lihat sepanjang masa pandemi ini banyak bermunculan berita-berita palsu atau hoax. Saya me-remove-nya, baik itu beritanya, medianya bahkan orang yang menyebarkannya. Banyak muncul media-media online yang abal-abal sekarang ini, saran saya bijaklah dalam memilih media maupun sumber berita. Pilihlah untuk mengikuti media-media yang jelas sumbernya seperti media daring acehtrend.com, Serambi Indonesia dan media nasional yang sudah terbukti kebenaran beritanya.

Tidak hanya berliterasi, saya pun menyukai olahraga, kegiatan yang biasanya mengeluarkan keringat ini merupakan kegiatan yang sarat manfaatnya, salah satunya untuk meningkatkan metabolisme atau pembakaran lemak. Semakin meningkat usia seseorang maka semakin lemah metabolisme tubuhnya, maka olahraga adalah cara yang ampuh untuk meningkatkan metabolisme. Selama di rumah saya berolahraga tiga kali dalam seminggu. Saya melakukan olahraga seperti push up, pull up dan tinju samsak yang saya buat menggunakan ampas kayu yang dibungkus dengan sarung goni.

Olahraga juga sangat ampuh untuk mengeluarkan segala emosi kita, menjernihkan pikiran, membuat mood menjadi lebih baik, menghilangkan kebosanan dan sebagai ajang pelampiasan. Karena saya pernah membaca bahwa gerak mempengaruhi emosi kita. Jika Anda sedang galau, bosan atau lesu, cobalah berolahraga dan lihat perubahannya. Meninju samsak adalah yang paling saya gemari karena olahraga ini menggerakkan semua otot tubuh. Ketika saya marah, kesal atau apapun emosi yang saya rasakan maka saya lampiaskan semua kepada samsak yang di gantung.

Demikianlah cerita tentang keseharian saya selama masa pandemi ini, walaupun sekarang ini banyak waktu yang kita habiskan di rumah, tetaplah bersemangat, bergembira dengan melakukan hal-hal yang positif yang dapat menginspirasi orang lain. Bijaklah menggunakan waktu karena hidup hanya tiga hari yaitu kemarin, hari ini dan besok.

Hari kemarin sudah berlalu yang tidak akan pernah dapat kita ulangi, sedangkan besok masih menjadi misteri. Satu-satunya kesempatan kita adalah hari ini, ya saat ini, maka mari kita pergunakan waktu sebaik mungkin dengan melakukan hal-hal bermamfaat yang bernilai ibadah. Bukankah tujuan utama diciptakan manusia hanya untuk beribadah? Jadi jangan lalai dengan dunia yang hina ini.

Penulis adalah penikmat dunia kepenulisan. Pecinta diskusi serta penebar cinta kesemestaan.

Program ini terselenggara berkat kerjasama aceHTrend, KPI UIN Ar-Raniry, Gramedia dan PT. Trans Continent.