[Puisi]: Covid Nineteen

Nadya Ukhrita

Oleh Nadya Ukhrita*

Ukurannya kecil tak terlihat
Tapi bahayanya merebak ke seluruh dunia tanpa pemberitahuan
Itulah Covid-19

Semuanya berawal dari Wuhan
Hingga kini gempar di Indonesia
Semua dibuat gelisah karena takut mati
Hingga seluruh aktivitas dikarantinakan di rumah
Karena rasa ketakutan yang menghampiri
Canda dan tawa yang terdengar lantang
Kini hilang ditelan masa

Hari-hari ini penuh dengan rasa kekhawatiran
Di mana doa terbaik sudah dipanjatkan
Menunggu nasib baik penuh harapan
Kau tak terlihat, tapi kau begitu menakutkan
Ada yang mengatakan kau lebih kejam daripada setan
Ada juga yang mengatakan ini adalah peringatan dari Tuhan
Karena kita sudah terlalu sering melakukan kezaliman

Entahlah?

Yang aku tahu semua orang ketakutan
Meski tidak ada suara pistol ataupun dentuman meriam
Apalagi perang
Tapi ingatlah, malaikat pencabut nyawa tidak akan mundur karena lockdown
Apalagi mengatur ulang jadwal kau untuk berpulang

Ya Allah,

Berilah kemampuan kepada para ahli
Untuk menemukan sesuatu yang dicari
Obat dan vaksin sebagaimana janji-Mu
Bahwa semua penyakit pasti ada obatnya

Kepada para dokter, perawat, dan tim medis lainnya
Terima kasih atas segala pengorbanan dan ketulusanmu
Dalam menanggulangi korban Covid-19
Terima kasih atas pengabdianmu
Semoga Allah selalu melindungimu
dan memberimu kekuatan agar kau dapat menyembuhkan dunia
Akhirnya kepada Allah jualah kami memohon

*Siswa SMA N 2 Aceh Barat Daya

@ndyaukhrta.__

Editor : Ihan Nurdin