Ambulans Pembawa PDP Covid-19 dari Aceh Tamiang Kecelakaan di Lhoksukon

Kondisi ambulans yang menabrak kios warga di Gampong Bintang Hu, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis, 23 April 2020.@ist

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe – Ambulans yang membawa pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 asal Kabupaten Aceh Taming menuju ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Gampong Bintang Hu, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, sekitar pukul 06.00 WIB, Kamis (23/4/2020).

Kapolsek Lhoksukon, Iptu Yussyah Riyandi mengatakan kecelakaan tunggal itu terjadi akibat sopir ambulans berinisial Z (33) yang membawa pasien wanita berinisial N (29) mengalami kantuk hingga hilang kendali setiba di lokasi kejadian.

Kemudian, sopir itu terkejut ketika melihat mobil L300 dengan nomor polisi BL 1855 AB yang berlawanan arah sudah berada di depannya, sehingga membanting stir dan menabrak kios milik warga setempat.

“Melihat kejadian itu, warga sekitar lokasi menolong dan membantu korban kecelakaan tersebut yakni supir ambulans, perawat, dan pasien yang berstatus PDP,” ujarnya.

Lanjutnya, mengetahui adanya kecelakaan tersebut, maka tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, membantu evakuasi dan menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai SOP dan langsung membawa pasien tersebut ke RSUCM Aceh Utara.

Pasien itu kini telah berada di ruang isolasi RSUCM untuk mendapatkan tindakan medis, serta pemeriksaan lebih lanjut.

“Ambulansnya bersama warga yang menolong korban telah kami sterilkan tadi dan begitu juga sejumlah tempat yang berada di lokasi kejadian juga telah kami sterilkan. Kini pasien tersebut sudah berada di ruang isolasi,” katanya saat dihubungi aceHTrend Kamis malam (23/4/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin, mengatakan ada dua warga sekitar yang ikut membantu proses evakuasi. Mereka melakukan karantina mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari ke depan dan selalu dalam pengawasan oleh pihak Puskesmas Lhoksukon.

“Saat kejadian tadi pagi, ada dua warga yang berinisiatif membantu proses evakuasi dan kini telah dilakukan karantina selama 14 hari dan selalu kami pantau kesehatannya. Apabila ada mengalami demam dan batuk, maka segera memberikan laporan agar cepat ditangani,” kata Amir.

Sedangkan Kabag Humas RSUCM Aceh Utara, Jalaluddin mengatakan pasien asal Aceh Tamiang itu saat ini dirawat di ruang isolasi. “Untuk swab pasien sudah diambil sore tadi dan sudah dikirim untuk dilakukan pemeriksaan di Balai Litbangkes Aceh,” katanya saat dikonfirmasi via telpon aceHTrend, Kamis (23/4/2020) malam.[]

Editor : Ihan Nurdin