Aceh Catat Dua Kasus Baru Covid-19

Jubir Covid-19 Aceh Saifullah Abdulgani @ist

ACEHTREND.COM, Banda Aceh—Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Aceh mencatat dua kasus baru Positif Covid-19, sehingga jumlah kumulatif Positif Covid-19 di Aceh menjadi 9 orang, per tanggal 25 April 2020, pukul 15.00 wib.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani, kepada aceHtrend, Sabtu (25/4/2020)

Ia mengaku belum punya data rinci tentang riwayat penularan maupun riwayat perawatan pasien kedua kasus baru Covid-19 tersebut. Ia menolak menjawab bahwa salah satu kasus positif terbaru itu aparat keamanan di Kota Banda Aceh.

“Saya tidak punya datanya,” kata SAG. “Bila ingin lebih rinci tentang riwayat terpapar Covid-19, bentuk keluhan, riwayat perawatan, dan swab-nya, langsung tanya ke tim surveilance Dinkes Aceh atau rumah sakit rujukan yang merawat pasien tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan data Covid-19 Aceh, lanjut SAG, 4 pasien Covid-19 saat ini sedang dalam perawatan di rumah sakit rujukan provinsi atau rumah sakit rujukan di kabupaten/kota, 4 orang sudah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia, Maret 2020.

SAG itu menjelaskan, hingga pukul 15.00 WIB sore ini, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Aceh sebanyak 1.777 kasus. Ada penambahan ODP sebanyak 30 kasus dibandingkan dengan kemarin, (Jumat, 24/4) 1.747 kasus. ODP yang sudah selesai masa pemantauan sebanyak 1.472 kasus. Sedangkan sisanya, yakni 305 ODP sudah purna masa pemantauannya.

Sementara itu, sambung SAG, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 2 kasus menjadi 81 kasus. PDP yang sedang dalam perawatan rumah sakit rujukan sebanyak 12 orang. Sedangkan 68 PDP lainnya sudah sehat dan diperbolehkan pulang. PDP yang meninggal dunia di Aceh sebanyak 1 orang.

“Jumlah kasus meningal terkait Covid-19 di Aceh, kata SAG, sejauh ini masih dua kasus, yakni positif Covid-19 dan satu kasus lainnya ternyata negatif,” katanya.

Selanjutnya SAG mengharapkan agar masyarakat Aceh dalam menunaikan semua ibadah di bulan suci Ramadan tanpa mengabaikan ancaman wabah virus corona.

Menurutnya, selain ODP yang terus bertambah, di tengah-tengah masyarakat mungkin juga ada OTG (Orang Tanpa Gejala), karena itu semua pihak lebih waspada, tidak panik, dan jalankan protokol pencegahan.