Hari Jadi Ke-21 Aceh Singkil, Menakar Visi Misi Dulsaza

Wanhar Lingga

Oleh Wanhar Lingga, S.Pd.*

Kabupaten Aceh Singkil hari ini, 27 April 2020 tepat berusia 21 tahun. Dalam rentang 21 tahun tanah kelahiran Syekh Abdurruf as-Singkily, ini telah menorehkan banyak cerita dan catatan sejarah yang akan dikenang generasi muda Aceh Singkil pada masa mendatang.

Setiap tahun hari jadi tentu sangat istimewa karena selalu diperingati oleh pemerintah dan masyarakat. Namun, hari jadi bukan semata acara seremonial.

Sebetulnya jika ditinjau dari segi sejarah, dalam berbagai sumber, Singkil adalah sebuah kota yang sangat tua, yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu, bahkan bahan pengawet jasad firaun yaitu kapur/kamper berasal dari Singkil. Kapal-kapal Raja Firaun telah berlabuh di pelabuhan Singkil, yang kini disebut sebagai Kabupaten Aceh Singkil, untuk membeli kapur barus atau kamper.

Raja-raja Mesir yang bergelar Firaun hidup pada masa sekitar dua ribu tahun sebelum masehi (SM) atau sebelum kelahiran Nabi Isa as yang menjadi titik awal penghitungan tahun Masehi. Nah, jika sekarang tahun Masehi masuk angka 2020, artinya Singkil sudah dilabuhi kapal-kapal niaga asal Mesir sekitar empat ribu tahun silam.

Namun, berbeda hari ini yang diperingati adalah lahirnya Kabupaten Aceh Singkil, hasil pemekaran dari kabupaten Aceh Selatan berdasarkan UU RI Nomor 14 tahun 1999.

Menurut catatan sejarah, dalam tulisan Sadri Ondang Jaya, perjuangan pemekaran Singkil telah dimulai pada era tahun 1950-an. Ketika itu, segala potensi yang ada di Singkil digalang dan dikerahkan.

Berbagai musyawarah digelar guna menyatukan pikiran, pendapat, dan menyamakan persepsi serta memperkuat kekompakkan dan kebersamaan. Masyarakat Singkil, ketika itu, sangat antusias menyahuti ide yang cemerlang ini.

Karena dengan otonomi Singkil bisa mengurus dirinya sendiri, tidak terikat dengan Aceh Selatan. Di samping itu, rentang kendali berbagai hal pun bisa diperpendek dan pembangunan untuk menuju kemakmuran dan kesejahteraan warga akselerasinya bisa dipercepat.

Tenaga kerja pun bisa terserap dan sentra-sentra ekonomi akan tumbuh dan berkembang. Pokoknya, keuntungan dari otonomi sangat banyak dan positif.

Kemudian dari dukungan berbagai pihak tepat pada 21 Maret 1957 oleh beberapa tokoh masyarakat, ulama, dan organisasi-organisasi di Singkil lainnya, membentuk Panitia Penuntut Kabupaten Otonomi Singkil (PAPKOS)  sebagai wadah perjuangan mewujudkan Singkil menjadi daerah otonomi.

Setelah perjalanan perjuangan yang panjang, kebebasan Singkil dari Aceh Selatan terwujud juga dengan adanya Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999. Ditambah Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 sebagai peraturan pelaksana perundang-undangan tersebut, DPR melahirkan Undang-Undang Nomor 14 tahun 1999, yang pada tanggal 27 April 1999 memutuskan dan menetapkan Aceh Singkil menjadi Daerah Tingkat II (kabupaten) dalam wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Hari jadi ke-21 harus membawa harapan baru bagi masyarakat Aceh Singkil, yang tengah terkepung pandemi virus corona (Covid-19). Pada hari jadi kali ini usia Pemerintahan Bupati Dulmusrid-Sazali (Dulsaza) memasuki tiga tahun.

Jargon perubahan yang digaungkan dalam masa kampanye tentu telah diterjemahakan dalam visi misi sehat, cerdas, dan sejahtera Dulsaza.

Dimulai dengan perbaikan tata kelola pemerintahan yang kerap didengungkan.

Masyarakat berharap perbaikan tata kelola pemerintah wujudnya mengembalikan fungsi birokrasi sebagai pelayan masyarakat.

Kemudian tercapainya good goverment dan clean goverment.  Hal tersebutlah menjadi tolok ukur yang sangat penting untuk membawa Aceh Singkil ke depan menjadi lebih baik dan lebih maju. Kemudian sejahtera harapannya masyarakat bisa hidup mandiri. Dengan tertatanya prasarana dan sarana umum,  majunya pendidikan dan meningkatnya kesehatan masyatakat.

Kita ketahui bersama bahwa kesejahteran dan kesehatan menjadi tolak ukur bagaimana kualitas masyarakat di dalam satu daerah.

Kita semua berharap dalam membangun infrastruktur dan merancang program  berbasis kebutuhan. Dengan menempatkan orang-orang yang mengisi sektor ini betul-betul memiliki kompetensi dan komitmen kuat tanpa didasari oleh unsur kepentingan pribadi.  

Refleksi Pembangunan.

Dalam momentum hari jadi ke-21 Aceh Singkil ini, bisa dimanfaatkan untuk refleksi capaian pembangunan oleh pemerintah. Apakah pada usia yang sudah baligh ini capaian pembangunan di segala sektor sudah maksimal dalam menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat Aceh Singkil?

Sudah sesuaikah pembangunan dengan visi sehat, cerdas, dan sejahtera?

Kabupaten Aceh Singkil merupakan suatu daerah  yang dianugerahi oleh Sang Maha Pencipta sumber daya alam yang sangat luar biasa kaya dan indah.  Berada di bagian  ujung selatan Aceh, Kabupaten Aceh Singkil, mempunyai luas wilayah 1.857,88 Km²  dengan  11 kecamatan dan 120 kampung menurut data BPS Aceh Singkil  2020.

Wilayah Aceh Singkil  sangat eksotis selain dari kiprahnya melahirkan ulama tersohor di Nusantara yaitu Syekh Abdurrauf as Singkily yang merupakan penerjemah Alquran berbahasa Melayu pertama di Indonesia.

Aceh Singkil juga memiliki beragam keindahan alam, mulai dari hutan Suaka Margasatwa Rawa Singkil, Pulau Banyak yang memiliki 99 pulau, Danau Bungara sebagai danau kedua terluas di provinsi Aceh, Pantai Cemara Indah, Sungai Lae Souraya atau Sungai Singkil merupakan sungai terpanjang di Aceh, memiliki air terjun dan kebun sawit luas.

Semua potensi tersebut seharusnya menjadi moda bagi Pemerintah Aceh Singkil dalam memajukan daerah.

Sayangnya, dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah ruah, Aceh Singkil belum bisa menghasilkan pendapatan asli daerah secara maksimal. Berdasarkan data BPS Aceh, Kabupaten Singkil masih termiskin dengan persentase sekitar 20% dari jumlah penduduk 124.467 jiwa.

Bigitu juga dengan IPM, Kabupaten Singkil pada angka 68,91 berada di urutan ke-17 dari 23 kabupaten/kota di Aceh (data BPS Aceh 2019). Belum lagi dengan angka pengangguran yang terbilang tinggi.

Data itu tentu tidak menggembirakan dan belum sesuai dengan visi sehat cerdas dan sejahtera.

Kita paham kondisi  pekerjaan yang sangat sulit dihadapi oleh pemerintahan Dulsaza. Namun, sebagai masyarakat tidak terlalu berlebihan jika menitipkan harapan dalam dua tahun ke depan Dulsaza bisa melaksanakan visi misinya.

Hari jadi ke-21 Kabupaten Aceh Singkil, mari kita jadikan momentum persatuan bekerja bahu membahu dalam mewujudkan visi misi Dulsaza. Menjadikan masyarakat Kabupaten Aceh Singkil yang cerdas, sehat, dan sejahtera.

Selamat hari jadi ke-21 tahun Aceh Singkil. Tetap semangat, yakin usaha sampai![]

Penulis adalah pegiat wisata Aceh Singkil dan alumnus Bahasa Inggris FKIP Unsyiah

Editor : Ihan Nurdin