Pemberlakukan Jam Malam di Kota Langsa Dinilai Tidak Efektif

Pengurus Sapma PP Langsa, M Irvan Bahri.

ACEHTREND.COM, Langsa – Terkait Surat Edaran Wali Kota Langsa Nomor : 443.1/1066/2020 tentang Pencegahan Penyebaran Wabah Virus Disease (Covid-19) di Kota Langsa, yang salah satu poinnya menyebutkan pemberlakuan pembatasan jam operasional malam hari.

Menurut pengurus Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Cabang Langsa, M Irvan Bahri, hal ini dinilai sangat tidak efektif dan tidaklah logis.

“Jika malam menjadi alasan pembatasan aktivitas atau operasional masyarakat dan pedagang, maka sebaliknya lihat pada sore hari, lebih padat kondisinya dibandingkan malam hari, apalagi saat Ramadan seperti ini,” sebut M Irvan Bahri, kepada aceHTrend, Minggu (26/4/2020).

Menurutnya, pembatasan jam operasional itu dapat mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat seperti warung kopi, kafe, dan rumah makan yang beroperasi pascabuka puasa dan salat Tarawih.

Kata Irvan lagi, Kota Langsa butuh karantina wilayah, hal ini jika Pemerintah Kota Langsa betu-betul ingin melakukan pencegahan penyebaran virus Covid -19.

Selain itu, penyemprotan disinfektan yang dilakukan di jalan, lebih bagus cairan itu disemprotkan pada barang atau logistik yang masuk ke Langsa.

Irvan juga mengajak masyarakat untuk bersam-sama menjaga dan mencegah penyebaran virus corona agar tidak mewabah di Kota Langsa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Langsa sejak Jumat malam (24/4/2020) kembali memberlakukan jam malam. Pertimbangan ini diambil setelah mengevaluasi beberapa tahapan yang dilaksanakan terhadap pencegahan virus corona atau Covid-19 ditanggapi apatis oleh masyarakat, dianggap remeh, seakan-akan virus tersebut tidak ada.

“Mulai tahapan edukasi, sosialisasi, dan imbauan hampir setiap hari dilakukan seperti tidak ada artinya, oleh sebab itu tindakan kami berikutnya memberlakukan kembali jam malam,” tegas Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, melalui Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Pemko Langsa, M Husin, melalui siaran pers yang diterima aceHTrend, Jumat (24/4/2020).

Kemudian, mengingat ini bulan suci Ramadan maka penerapannya mulai pukul 22.00 WIB hingga 05.30 WIB dan tidak ada batas pemberlakuannya. Keputusan ini diambil dari salah satu kesimpulan rapat.[]

Editor : Ihan Nurdin